Pendapatan Pakuwon Diyakini Tetap Melesat - Aturan BI Tidak Berpengaruh

NERACA

Jakarta- Diperketatnya aturan kredit pemilikan rumah (KPR) oleh Bank Indonesia (BI) dinilai tidak berpengaruh terhadap kinerja PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Perusahaan properti inipun tetap optimistis dapat mengantongi pendapatan Rp 3,1 triliun di akhir tahun 2013. “Target pendapatan tetap segitu meskipun pada September sudah mencapai Rp 2,3 triliun.” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PWON, Minarto Basuki kemarin.

Menurut dia, aturan kredit kepemilikan rumah kedua yang diberlakukan BI tidak mempengaruhi kinerja perseroan. Pasalnya klien perseroan sebagian besar membeli rumah melalui mekanisme tunai bertahap. Pihaknya mencatat, pembeli kebanyakan di rumah kedua hanya sebesar 20%, sedang sisanya pembeli rumah pertama.

Untuk porsi dari masing-masing divisi, sambung dia, masih belum berubah, dengan porsi divisi pengembangan sebesar 55%, dan 45% sisanya untuk sistem sewa atau melalui recurring income. Tercatat, hingga September 2013 perseroan mengantongi pendapatan bersih hingga 43% menjadi Rp 2,31 triliun. Adapun laba bersih perseroan naik pada periode ini menjadi Rp895 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 590 miliar.

Dia mengatakan, untuk proyek pengembangan yang akan dilakukan perseroan antara lain membangun rumah sakit di kawasan Pakuwon City Township yang terletak di Surabaya Timur. Dengan begitu, Pakuwon City menjadi kawasan terpadu yang lengkap.

Luas lahan yang dimiliki perseroan di kawasan tersebut yaitu mencapai 200 hektare (ha), dengan luas lahan yang telah terpakai sekitar 27 hektar. Meski demikian, untuk saat ini dia masih enggan untuk memastikan pembangunan proyek tersebut. “Kami belum tahu apakah akan menggunakan perusahaan patungan (Surya Cipta Medika) atau tidak,” katanya.

Seperti diketahui, perusahaan properti ini tengah fokus pada pengembangan proyek superblok di Surabaya, Tunjungan Plaza IV-VI serta pembangunan kluster baru di Pakuwon City. Dengan konsep superblok, perseroan juga akan membangun hotel di atas Tunjungan Plaza IV di Surabaya. Proyek ini dilakukan sejalan dengan pembangunan Tunjungan Plaza V dan akan mulai dibangun pada tahun ini dengan sekitar 290 kamar.

Selanjutnya, di akhir tahun perseroan berencana akan membangun Tunjungan Plaza VI dengan perkiraan luas lahan mencapai 1,2 hektar. Targetnya, pada tahun 2016 proyek ini sudah dapat diselesaikan dan dapat dioptimalisasi penggunaannya. Perseroan menargetkan dapat menghasilkan recurring income sebanyak 20-30% dari target pendapatan untuk proyek Tunjungan Plaza VI.

Ditargetkan, laba bersih perseroan di tahun ini tumbuh sebesar 35% dari target pendapatan tahun 2013. Dengan target pendapatan 2,7 triliun rupiah, nilai keuntungan yang diincar sekitar Rp945 miliar rupiah. Dibanding laba bersih yang diraup tahun lalu, Pakuwon membidik pertumbuhan laba hingga 26,3%. Jika realisasi pendapatan persis mencapai target tersebut, Pakuwon menikmati pertumbuhan 24,42% dari pencapaian 2012 yang sebesar Rp2,17 triliun. (lia)

Related posts