Lindungi Nasabah, CNAF Rilis Produk Baru - Gandeng CIMB Niaga Sun Life

​NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan penyediaan perlindungan jiwa dan cacat total bagi nasabah. CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) bekerjasama dengan CIMB Niaga Sun Life mengeluarkan produk yang diberi nama CNAF Angsuran Aman.

Presiden Direktur CNAF, Rahardjo Satrio mengatakan, dengan produk ini, ahli waris nasabah akan terlindungi ketika terjadi resiko yang tak terduga pada nasabah. “Selain itu ahli waris nasabah, tidak perlu menanggung angsuran, sebab CIMB Sunlife akan melunasi sisa angsuran, sekaligus memberi santunan tunai sebesar 100% atas nilai pelunasan,” kata Rahardjo di Jakarta, Rabu (6/10).

Rahardjo berharap, produk ini akan memberi nilai tambah bagi produk pembiayaan CNAF lainnya dan memberikan rasa aman. Dia mengatakan, produk ini akan ditawarkan kepada nasabah baru mereka. Namun, kedepan produk ini juga akan ditawarkan kepada 170.000 orang yang sudah tercatat sebagai nasabah.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur CIMB Sun Life, Vivien Kusumowardhanu mengatakan, kerjasama ini merupakan komitmen CIMB Sun Life untuk terus mengembangkan bisnis di Indonesia. “Dengan menyediakan perlindungan asuransi jiwa kepada lebih banyak lagi nasabah Indonesia,” kata Vivien.

Dia menjelaskan, produk ini rencananya akan ditawarkan kepada nasabah CNAF melalui 50 cabang yang tersebar di kota besar seluruh Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan.

Vivien juga mengatakan, saat ini perlindungan asuransi jiwa sudah menjadi kebutuhan bagi para nasabah kredit kendaraan bermotor. Hal ini untuk melindungi ahli waris dan rencana masa depan mereka, apabila terjadi resiko pada diri nasabah saat mengangsur kendaraan bermotor.

Dia mengungkap, persiapan kerjasama ini dimulai sejak awal tahun 2013, dan hal ini menunjukkan adanya sinergi antar sesama bisnis unit dalam CIMB Niaga Group. Melalui produk ini, CNAF akan menawarkan program asuransi jiwa dari CIMB Sun Life untuk setiap nasabahnya.

Selain itu, Pembiayaan CNAF, hingga kuartal III tahun ini mencapai Rp6,5 triliun. Ini menurun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,6 triliun. Rahardjo mengatakan, pencapaian itu mencapai 80% dari pembiayaan CNAF yang ditargetkan mencapai Rp8 triliun hingga akhir tahun ini.

Walaupun terjadi tekanan akibat Loan to value (LTV) terhadap industri otomotif, Rahardjo meyakini target akan tercapai. “Kami yakin akan tercapai, karena kami sudah mempertimbangkan pertumbuhan industri otomotif yang mencapai 10% per tahunnya,” kata dia.

Terkait, kedatangan Low Cost Green Car (LCGC) Rahardjo berpendapat, penjualan ini tidak akan berpengaruh. “Belum ada pengaruhnya, karena kami sendiri belum bisa memperkirakan, karena kebanyakan masih indent dan itu baru berjalan dua bulan,” imbuh dia.

Porsi pembiayaan CNAF, menurut dia masih didominasi oleh mobil baru yakni sebanyak 80% lalu 18% oleh mobil bekas dan sisanya oleh kendaraan roda dua. CNAF menargetkan laba bersih sampai akhir tahun Rp 160 miliar, sedangkan pada kuartal III 2013 laba bersih CNAF sudah mencapai Rp 130 miliar. (sylke)

Related posts