Diburu Aksi Beli, IHSG Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) Rabu ditutup menguat 26,472 poin (0,60%) ke level 4.449,760. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,909 poin (0,80%) ke level 744,151. Data melambatnya pertumbuhan ekonomi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tidak menghambat pergerakan indeks BEI. Pasalnya, pelaku pasar menyakini pertumbuhan ekonomi dalam negeri kedepan masih akan positif.

Analis Panin Sekuritas, Puwoko Sartono mengatakan, indeks BEI cenderung bergerak "mixed" seiring dengan investor global yang masih menunggu data pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja AS pada pekan ini, “Pertumbuhan ekonomi AS kuartal III 2013 yang akan dirilis diperkirakan sebesar dua persen, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang sebesar 2,5%," kata dia di Jakarta, Rabu (6/11).

Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 4.410--4.485 poin. Sebagai informasi, kemarin BPS merilis pertumbuhan ekonomi triwulan III-2013 hanya 5,62% (year on year). Pertumbuhan ini kian melambat ketimbang pencapaian di triwulan II-2013 yang mampu mencapai 5,8%. Meski ada sentimen negatif, pelaku pasar tetap semangat dan berburu saham. Namun aksi beli ini tidak terlalu ramai karena kebanyakan investor memilih wait and see.

Pada perdagangan kemarin, aksi beli investor lokal yang menahan indeks tetap positif. Investor asing melakukan penjualan bersih senilai Rp 388,91 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 149.922 kali pada volume 3,559 miliar lembar saham senilai Rp 4,753 triliun. Sebanyak 130 saham naik, sisanya 121 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia mengakhir perdagangan dengan variatif, hanya bursa saham Jepang yang bisa menguat. Pelaku pasar regional terkena sentimen melemahnya Wall Street. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sona Topas (SONA) naik Rp 1.025 ke Rp 5.150, Unilever (UNVR) naik Rp 950 ke Rp 30.800, United Tractor (UNTR) naik Rp 800 ke Rp 18.300, dan Mandom (TCID) naik Rp 500 ke Rp 11.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.100 ke Rp 67.000, Lion Metal (LION) turun Rp 700 ke Rp 12.800, Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 19.700, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 35.000.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik tipis 5,063 poin (0,11%) ke level 4.428,351. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,053 poin (0,14%) ke level 739,295. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 78.517 kali pada volume 2,129 miliar lembar saham senilai Rp 2,465 triliun. Sebanyak 127 saham naik, sisanya 81 saham turun, dan 107 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia akhirnya bergerak mixed pada sesi pertama setelah diawal kompak melemah. Bursa saham Jepang membuntuti BEI ke zona hijau. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 29.350, United Tractor (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 17.950, Inti Bangun (IBST) naik Rp 450 ke Rp 6.350, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 400 ke Rp 20.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 450 ke Rp 5.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 34.900, Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 19.900, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 200 ke Rp 13.750.

Pada pembukaan perdagangan, indeks BEI dibuka naik 5,53 poin atau 0,13% menjadi 4.428,82. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,41 poin (0,19%) ke level 739,65. Analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung mengatakan, IHSG bergerak relatif mendatar seiring dengan pelaku pasar saham yang menunggu rilis data PDB kuartal ketiga 2013 yang diekspektasikan tumbuh sekitar 5,5%, “Pergerakannya mendatar dengan kecenderungan menguat tipis,"ujarnya.

Sementara itu, lanjut dia, sektor saham perkebunan di dalam negeri diperkirakan mengalami aksi ambil untung (profit taking) seiring berakhirnya "rally" harga minyak sawit mentah (CPO). Head of Research Asia Valbury Securities, Alfiansyah mengatakan investor domestik akan mencermati data PDB Indonesia yang akan diumumkan Rabu ini serta BI rate pada 12 November mendatang, “Sentimennya masih bervariasi, bursa saham Indonesia diprediksikan bergerak berfluktuasi. Peluang 'rebound' lebih karena dukungan teknikal,”tandasnya.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 13,45 poin (0,06%) ke level 23.025,50, indeks Nikkei-225 turun 20,71 poin (0,15%) ke level 14.204,68, dan Straits Times melemah 0,23 poin (0,02%) ke posisi 3.205,22. (bani)

Related posts