PDB Indonesia Bisa Bangkit

Dorong Ekonomi NU

NERACA

Jakarta----Pemerintah mendorong perekonomian warga NU yang didominasi Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) bisa bangkit menguasai pasar. Sebab kebangkitan ekonomi NU yang mayoritas di pedesaan membuat potensi kesejahteraan Indonesia menjadi lebih baik.

“NU mempunyai opportunity besar untuk pasar Indonesia. Karena itu kerjasama pemerintah dengan NU harus terus ditingkatkan. Sebab, mensejahterakan rakyat itu tidak sulit jika NU terlibat aktif dalam menangani persoalan bangsa ini,” kata Menkop-UKM, Syarif Hasan dalam membuka ‘Pameran ekonomi kreatif dan gelar seni budaya’ dalam rangka Harlah ke 85 tahun NU di Jakarta, Kamis (14/7).

Yang pasti lanjut, Syarif Hasan, warga NU didorong untuk lebih berpartisipasi pada koperasi maka kemiskinan akan teratasi. Untuk itu Menkop berjanji tetap komit pada NU untuk pengembangan ekonomi Indonesia ke depan. Khususnya dalam menggerakkan sector riil ekonomi Indonesia. Di mana pada tahun 2011 ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 6,8 % dan tahun 2011 sebesar 7 %.

Selain itu Syarif Hasan akan memberikan peningkatan pendidikan di bidang usaha dan koperasi bagi santri dan santriwati agar menjadi pengusaha yang sukses dan, tetap dalam keluarga besar NU. Sehingga dengan stimulasi dan pembinaan akan menjadikan pengusaha yang kreatif dengan produk yang inovatif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.

Bahkan Menkop yakin pendapatan masyarakat dari 2500 dollar AS per tahun akan meningkat menjadi 4000 per tahun pada tahun 2012. Dengan demikian, Menkop berjanji akan terus komitmen dengan NU, karena menurutnya sinergi dengan NU tersebut akan menjadikan Indonesia makmur.

Sementara itu Wakil Ketua Umum PBNU yang juga Ketua Harlah NU H As’ad Said Ali menjelaskan pemeran ekonomi ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Tekananya memberi motivasi dan penguatan ekonomi bangsa. “Jadi, yang kaya membantu yang miskin dan yang miskin jangan mengganggu yang kaya,” ujarnya.

Menurut As’ad Said Ali akan mengikuti secara berkelanjutan untuk tahun-tahun mendatang dalam membantu program pemerintah. Karena itu PBNU saat ini telah membentuk Himpunan Pengusaha Nahdliyyin (HPN) yang diharapkan mampu mengembangkan dan meningkatkan ekonomi khususnya bagi warga NU dan rakyat Indonesia.

Ketua Lembaga Perekonomian Nahdhlatul Ulama (LPNU), Mutholihin, mengatakan pameran ekonomi NU ini belum menitik beratkan pada nilai transaksi yang akan dicapai. Yang penting adalah public mengetahui dulu ada ratusan UMKM yang menjadi mitra binaan NU.Mereka ikut memberi kontribusi pergerakan ekonomi nasional.

Menurut Tholihin lagi, peserta yang ikut dalam pameran kreatif ini sekitar 150 industri. Tapi mayoritas UMKM adalah binaan NU dan sisanya UMKM binaan sponsor. "Sewa perstand juga bervariasi. mulai dari Rp5 juta hingga Rp25juta. Tergantung dari UMKM tersebut,"ujarnya.

Yang jelas, kata Tholihin lagi, mengaku pameran ini lebih menekan pada pemberian peluang kepada UMKM agar mampu meraih kesempatan dan meningkatkan daya saing.

Saat ini, lanjut Tholihin, baru 80% UMKM mitra NU yang tampil dalam pameran ini. Adapun untuk pencatatan transaksi, pihaknya tak melakukan pencatatan. Namun diserahkan langsung secara bisnis to bisnis. "Kita tidak menargetkan transaksi di pameran ini, karena lebih menonjolkan aspek keberadaan UMKM binaa NU,"pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

BI Nilai Pelonggaran Bunga Masih Bisa Berlanjut

  NERACA Jakarta - Bank Indonesia mengklaim pelonggaran suku bunga kredit perbankan masih dapat berlanjut di 2018, meskipun penurunan suku…

Koperasi Harus Bisa Mengantisipasi Perubahan Zaman

Koperasi Harus Bisa Mengantisipasi Perubahan Zaman  NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram menekankan bahwa dengan menyelenggarakan…

Pos Indonesia Luncurkan Prangko Seri Asian Games 2018

Pos Indonesia Luncurkan Prangko Seri Asian Games 2018 NERACA Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Kepala Regional 4…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Proyek Kereta Cepat Diperkirakan Rampung 2020

      NERACA   Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung membutuhkan waktu pengerjaan…

Indonesia Belum Miliki Cadangan BBM Nasional

      NERACA   Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengusulkan harus adanya pengadaan…

CEPA Jangan Batasi Kebijakan Pemerintah Kelola Ekonomi

    NERACA   Jakarta - Perjanjian Kemitraan Komprehensif yang sedang dibahas antara Republik Indonesia dan Uni Eropa, yang kerap…