BPS Rilis Pengangguran Terbuka Capai 6,25%

NERACA

Jakarta – Badan Pusat Statistik mengumumkan jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 140.000 hingga Agustus 2013 ini. Namun fakta menunjukan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meengalami penurunan. Sehingga tingkat penangguran terbuka juga mengalami peningkatan hingga di posisi 6,25%, “Jumlah angkatan kerja di Indonesia hingga Agustus 2013 ini sudah mencapai 118,2 juta orang. Angka ini menunjukan adanya peningkatan sebesar 140.000 orang jika dibandinga periode yang sama tahun 2012 yang mencapai 118,05 juta orang,” kata Kepala BPS Suryamin di kantornya, Rabu (6/11).

Namun dari peningkatan jumlah angkatan kerja itu ternyata tidak berjalan seiring dengan pertumbuhan penduduk yang bekerja bahkan sebaliknya. Suryamin menjelaskan jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia hingga Agustus 2013 kemarin mengalami pengurangan sebanyak 10 ribu orang dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Bahkan jumlah penangguran juga mengalami peningkatan hingg 150 ribu orang.“Memang faktanya meskipun angkatan kerja kita bertambah tapi jumlah penganangguran justru mengalami peningkatan. Pada Agustus 2012 lalu baru mencapai 7,17 juta orang tapi Agustus 2013 ini sudah mencapai 7,39 juta orang. Artinya jumlah pengangguran terbuka juga mengalami peningkatan menjadi 6,25% pada Agustus 2013 ini sedangkan pada Agustus 2012 lalu ada di posisi 5,92%,” ungkap Suryamin.

Lanjut, Suryamin mengatakan jumlah pekerja tidak penuh juga mengalami peningkatan. Pada Agustus tahun 2012 baru mencapai 34,29 juta orang sedangkan pada Agustus tahun 2012 ini sudah mencapai 36,82 juta orang. Dengan rincian, jumlah pekerja setengah penganggur pada Agustus 2013 ini mencapai 10,89 juta orang dan jumlah pekerja paruh waktu mencapai 25,92 juta orang.“Dengan begitu posisi Agutsu 2012 ini sebanyak 74 juta orang atau 66,78% bekerja di atas 35 jam per minggu. Sedangkan penduduk bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 15 jam per minggu mencapau 7,77% atau 8,6 juta orang,” tutur Suryamin.

Di lain kesempatan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana mengatakan masalah ketenagakerjaan masih sesuai target pemerintah. Hingga saat ini posisi terakhir penangguran ada di posisi 5,92%. Sedangkan targetnya ada di di kisarakan 5,8% hingga 6,1%.“Kalau masalah unemployment kita masih sesuai target kok. Sekarang kan sudah ada di posisi 5,92%. Tapi memang harapannya bisa dapat turun lagi hingga akhir tahun,” tutur Armida.

Dengan ramainya isu kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Armida juga mengaku tidak khawatir dengan kemunkinan pertumbuhan Putus Hubungan Kerja (PHK). Pasalnya keputusan kenaikan UMP yang kemarin sudah sesuai dengan kesanggupan industri. Sehingga kemungkinan buruk yang akan terjadi sudah dimnimalisir.“Kenaikan UMP yang kemarin kan merupakan hasil konsolidasi semua pihak, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, buruh, juga industrinya. Jadi hasil keputusannya juga sudah dimasak baik-baik oleh mashing-masing daerah,” tukas Armida. (lulus)

Related posts