ABM Investama Genjot Sektor Listrik - Targetkan Kontribusi Sebesar 30%

NERACA

JAKARTA –Jelang tutup tahun, perusahaan energy terintegrasi PT ABM Investama Tbk (ABMM) optimistis mampu meraih pertumbuhan kinerja positif. Meskipun sektor pertambangan tengah mengalami pelambatan, namun pendapatan dari sektor energy listrik, terutama melalui anak usaha PT Sumberdaya Sewatama, diharapkan mampu menutupi pelemahan tersebut.

Chief Financial Officer (CFO) ABMM, Willy Adipradhana mengatakan, Sewatama terus mengalami peningkatan produksi serta pendapatan, seiring dengan bertambahnya kapasitas yang dimiliki. Hingga September 2013, kapasitas Sewatama telah meningkat menjadi 1.060 Megawatt (MW) dan akan menjadi 1.021 di akhir tahun ini, dari sebelumnya 1.010 MW di akhir 2012. Adanya kenaikan tersebut, diharapkan kontribusi terhadap pendapatan ABMM juga meningkat. “Tahun ini porsi segmen penyedia jasa kelistrikan berada di kisaran 18%, dan akan kami tingkatkan secara bertahap menjadi 25-30% dalam tiga tahun mendatang. Langkah ini akan memperkuat struktur pendapatan dan kinerja perseroan,” kata Willy, di Jakarta, kemarin.

Willy menuturkan, penambahan kapasitas Sewatama itu, telah memberi sumbangan kepada pendapatan usaha ABMM sebesar USD101,18 juta di kuartal III/2013. Rata-rata penjualan (average selling price/ASP) Sewatama pada periode tersebut, mencapai Rp274,11/kwh. Saat ini, kontribusi Sewatama mencapai 16,8% terhadap total pendapatan perseroan.

Sebagai informasi, pada kuartal ketiga tahun ini, perseroan membukukan penurunan pendapatan dibandingkan priode yang sama tahun lalu. Tercatat, pendapatan ABMM selama turun tipis 8,5% menjadi US$ 599,64 juta dari US$ 655,34 juta periode sama tahun lalu. Laba bersih ABMM yang diatribusikan kepada pemegang saham turun 14,05% menjadi US$ 16,4 juta dari US$ 19,08 juta. Penurunan tersebut, kata willy, lebih disebabkan oleh jatuhnya harga jual komoditi tambang batubara di pasar global.

Sementara itu, posisi kas ABMM hingga September 2013 tercatat sebesar US$ 88,02. Posisi kas tersebut, ditambah dengan aset keuangan lancar lainnya sebesar US$ 36,42 juta memberikan rasio likuiditas perseroan sebesar 1,13x. Arus kas dari aktivitas operasional positif US$ 89,12 juta, tumbuh jauh lebih tinggi daripada tahun sebelumnya yang negatif US$ 5,24 juta.

Sedangkan arus kas dari penerimaan pelanggan naik 4,7% menjadi US$ 612,13 juta dari sebelumnya US$ 584,84 juta. Ini meningkatkan kas yang diperoleh dari operasi menjadi sebesar US$ 125,11 juta dari sebelumnya US$ 26,99 juta. Arus kas dari aktivitas operasional ini masih lebih besar daripada arus kas yang dibutuhkan untuk aktivitas investasi, yang sebesar US$ 70,15 juta. “Artinya ABMM masih mampu untuk melakukan investasi untuk pengembangan ke depannya hanya berpegang kepada arus kas dari aktivitas operasional,” sebut Willy. (bani)

Related posts