Lifebuoy Meningkatkan Kualitas Kesehatan - Mengedukasi Program CTPS

NERACA

Sebagai bagian dari Lifebuoy Social Mission, sejak tahun 2008,Lifebuoyberkomitmen merayakanGlobal Hand Washing Day (Hari Cuci Tangan Sedunia) dengan mengedukasi dan mengajak lebih banyak orang untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Tujuannya untuk meningkatkan kualitas kesehatan mereka.

Tahun ini, Lifebuoy kembali merayakan Hari Cuci Tangan Sedunia melalui kemitraan dengan sektor publik melalui acara mencuci tangan bersama bersama ribuan siswa SD di 10 provinsi yaitu Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan DKI Jakarta.

Ilham Arief Sirajuddin, walikota Makassar menyambut baik inisiatif PT Unilever Indonesia Tbk sebagai bagian dari kemitraan swasta dan publik (Public Private Partnership) di Makassar untuk mensosialisasikan gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Program itu kata dia, sebagai salah satu pilar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada masyarakat, terutama siswa sekolah dasar. “Kami berharap para siswa yang hadir pada hari ini dapat menjadi contoh dan agen perubahan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat luas,” tuturnya.

Sedangkan Waila Wisjnu selaku Health, wellbeing and nutrition manager of PT Unilever Indonesia Tbkmenjelaskan, anak-anak adalah penerus bangsa yang sangat penting perannya dalam menciptakan Indonesia yang lebih baik di masa depan. “Itu sebabnya Lifebuoy terus berfokus membentuk kebiasaan CTPS dimulai dari siswa SD sejak tahun 2005 hingga kini. Diharapkan kebiasaan sehat yang terbentuk sejak dini akan terbawa seterusnya, sehingga menciptakan generasi bangsa yang lebih peka kesehatan,” ungkapnya.

Salah satu program edukasi CTPS Lifebuoy yang berfokus pada siswa SD adalah Gerakan 21 Hari (G21H) adalah membentuk kebiasaan CTPS di lima saat penting yaitu sebelum makan pagi, sebelum makan siang, sebelum makan malam, setelah dari toilet dan saat mandi. Kebiasaan ini terbukti membantu menurunkan rata-rata tingkat absensi di sekolah menjadi 5-10% dari sebelumnya 10-15%. Jika dihitung dalam setahun, kebiasaan CTPS di lima saat penting telah membuat 4,7 juta hari sekolah tidak terbuang sia-sia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Asikin menambahkan, CTPS adalah langkah sederhana dengan dampak luar biasa bagi kesehatan. Hasil riset menunjukkan CTPS dapat mencegah tingkat penularan diare hingga 50% dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) hingga 45%.

“CTPS merupakan hal sederhana yang telah terbukti secara klinis dapat meningkatkan kualitas kesehatan, efektif dari segi biaya, dan dapat dilakukan intervensi sehingga perlu terus-menerus disosialisasikan dan dijadikan kebiasaan oleh setiap lapisan masyarakat sejak dini, dimulai dari anak-anak. Angka kematian anak dan balita di Indonesia masih tinggi, untuk itu sangat penting untuk melakukan intervensi sejak usia dini,” ungkpanya.

Related posts