Batutumongga - Keindahan Alam Bercampur Keindahan Budaya Tana Toraja

Batutumongga dapat menjadi salah satu pilihan destinasi wisata alam selagi Anda mengunjungiTana Toraja diSulawesi Selatan. Batutumonga terletak di lereng Gunung Sesean yang merupakan gunung tertinggi di Toraja. Gunung ini dinobatkan sebagai tempat terbaik untuk menyaksikan keindahan Tana Toraja dari ketinggian termasuk panorama Kota Rantepao.

Berada di Batutumongga, Anda dapat menghirup segarnya udara pegunungan sambil menikmati panorama alam yang membentang di bawahnya. Batu-batu makam yang tersebar dan rumah-rumah tradisional serta sawah yang menghampar menjadi pemandangan yang spektakuler dipandangi dari Batutumongga. Di kejauhan, tampak pula bentang KotaRantepao, ibukota kabupaten Toraja Utara yang juga merupakan pintu masuk ke negeri yang subur dan makmur ini.

Semua pesona pemandangan tersebut dapat Anda nikmati sambil menyesap kopi toraja yang hangat atau mengudap makanan ringan dicoffee shopyang seolah tahu pasti dari sudut mana pemandangan terindah dapat dipandangi. Beberapahome stayjuga tersedia di Batutumongga, siap menyambut Anda yang ingin bermalam di keheningan alam pegunungan yang indah dan menenangkan. Suara jangkrik mungkin akan menjadi satu-satunya nyanyian yang Anda dengar saat malam hari di Batutumongga.

Sepanjang perjalanan, pemandangan tropis yang indah permai akan menyejukkan mata Anda. Setibanya di Batutumongga, pemandangan alam berupa bentang persawahan yang hijau dapat dinikmati di bulan Maret dan April. Apabila tidak ingin melewatkan hamparan sawah dengan padi yang mulai menguning maka datanglah ke Batutumongga di bulan Juli atau Agustus.

Batutumongga berada sekira 2 km atau 30 menit berjalan kaki dari Lokomata. Di Lokomata, selain dapat menyaksikan kehidupan tradisional masyarakat pedesaan Toraja, kubur-kubur di batu-batu raksasa juga terlihat di beberapa titik di tepi jalan. Batu-batu raksasa yang dilubangi untuk menyimpan jenazah kerabat tersebut bahkan terletak di pinggir jalan raya, menyuguhkan pemandangan berbeda dari kuburan di tebing batu serupaLonda danLemo.

Masih di kawasan Gunung Sesean, dapat pula Anda mengunjungi Bori. Rante (sebutan bagi tempat upacara pemakaman) adalah objek wisata andalan dan utama di Bori. Di Rante, terdapat batu menhir atau megalit berjumlah sekira 102 dengan ukuran yang bervariasi; 24 menhir berukuran besar, 24 sedang dan 54 menhir lainnya berukuran relatif kecil. Keberadaan batu menhir di lokasi ini adalah untuk menghormati pemuka masyarakat yang meninggal dunia.

Berdasarkan catatan, Bori pertama kali dijadikan lokasi upacara pada 1657. Saat itu kabarnya sekira 100 ekor kerbau dikorbankan dan dua simbuang batu didirikan dalam upacara pemakaman Ne’Ramba’. Di tahun 1807, sekira 200 ekor kerbau dikorbankan dan 5 buah simbuang batu didirikan pada acara pemakaman Tonapa Ne’Padda’. Menhir terbesar dan tertinggi di kawasan ini konon didirikan tahun 1935 pada upacara pemakaman Lai Datu (Ne’ Kase’). Menhir terakhir yang didirikan di Bori tercatat di tahun 1962 pada upacara pemakaman Sa’pang (Ne’Lai).

Related posts