Melihat Tradisi Batak Di Desa Jangga

Berbagai tujuan tempat wisata mungkin tidak susah ditemui di Indonesia. Beragam Tempat wisata tersebar luas di Indonesia, dari wisata wahana, wisata alam, wisata sejarah hingga wisata kuliner. Namun kini wisata tradisional menjadi salah satu isu yang sangat hangat dibicarakan, wisata tradisional menjadi tujuan wisata yang sangat menarik. Meski tidak terbilang suatu hal yang baru, namun wisata tradisional dan kebudayaan ini menjadi suatu upaya masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi dan kebudayaan.

Salah satu wisata tradisional dan kebudayaan ini adalaha kehidupan suku Batak tradisional di sebuah desa yang sebagian besar wilayahnya belum tersentuh oleh dunia modern. Terletak di lereng bukit yang indah, pengunjung yang datang ke desa Jangga ingin bertemu dengan orang Batak asli dan melihat bagaimana budaya mereka yang unik terus berkembang hingga saat ini.

Jangga terkenal dengan kain ulos yang indah yang ditenun oleh kaum wanitanya. Melihat kaum wanita desa ini menenun kain ulos yang rumit di depan rumah mereka. Ulos memainkan peranan penting dalam masyarakat tradisional Batak dan digunakan tidak hanya sebagai pakaian tetapi juga digunakan pada acara-acara adat seperti kelahiran, kematian dan pernikahan.

Di desa Jangga Anda akan menemukan deretan rumah-rumah tradisional, atraksi budaya dan sejarah, seperti sisa-sisa peninggalan raja-raja Batak berabad-abad yang lalu termasuk Raja Tambun dan monumen Raja Manurung.

Desa Jangga terletak di tepi Gunung Simanuk-Manuk, Lumban Julu, kabupeten Toba Samosir, Sumatra Utara, sekitar 24 km dari Danau Toba. Desa ini adalah salah satu dari sejumlah desa Batak asli di wilayah Lumban Nabolon, Tonga-Tonga Sirait Uruk, Janji Matogu, hubak Sihubak, Siregar, Sigaol, Silalahi Toruan Muara dan Tomok Sihotang.

Untuk bisa sampai ke desa ini, Anda harus pergi ke Parapat. Dari Medan Anda bisa menggunakan taksi atau bus umum ke Parapat selama 4-6 jam. Dari Parapat, Anda dapat menyewa mobil untuk membawa Anda ke tepi Gunung Simanuk-Manuk, di mana desa ini berada. Untuk merasakan kehidupan masyarakat lokal yang tidak akan Anda lupa, tanyakan agen perjalanan Anda, apakah Anda dapat tinggal sementara di desa. Alternatif yang paling populer adalah tinggal di Parapat, di mana Anda dapat menikmati pemandangan Danau Toba.

Rasakan keindahan suasana kehidupan masyarakat setempat dengan berjalan kaki sambil menjelajahi desa. Anda bisa mencari makanan di restoran di sekitar area ini. Sebagai komunitas ulos tenun yang terkenal di sumtra utara, di Jangga Anda dapat menemukan jenis ulos yang berbeda-beda.

Ulos dapat digunakan sebagai dekorasi, syal atau bisa memadupadankannya dengan beragam jenis pakaian, dan akan tampak manis jika Anda kenakan. Anda juga dapat mendapatkan cinderamata di Parapat, dari mulai kaos, gantungan kunci sampai kerajinan tangan lainnya.

Related posts