Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 5,8% - Kuartal III-2013

Jakarta – Staf Ahli Menteri Kordinator Perekonomian Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2013 akan mencapai 5,8% hingga 5,9% hingga akhir tahun. Ini sesuai dengan proyeksi pemerintah yang menyebut pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 5,9% dari target APBN-P 2013 sebesar 6,3%. “Perlambatan kelihatannya masih terjadi di kuartal III tapi kami harapkan di kuartal ke-IV naik ke 6 persen sehingga secara full year pertumbuhan ekonomi sekitar 5,9 persen untuk 2013,” kata Purbaya saat dihubungi, Selasa (4/11).

Pada kuartal I-2013, pertumbuhan ekonomi dibanding periode yang sama tahun 2012 (year on year/yoy) sebesar 6,02%. Kuartal II-2013, menurun menjadi 5,8% (yoy). Secara kumulatif, realisasi pertumbuhan ekonomi semester I-2013 dibandingkan dengan semester I-2012 tumbuh 5,9%.

Purbaya memperkirakan, konsumsi domestik memberi kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi. Daya beli masyarakat Indonesia tetap tinggi karena harga sudah relatif stabil. Survei konsumen yang dilakukan BI menyebutkan setelah mengalami tren perlambatan selama tiga bulan terakhir pasca kenaikan harga Bahab Bakar Minyak (BBM) optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi mulai menguat pada Oktober 2013 hingga enam bulan mendatang. Optimisme ini baik dari sisi penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, maupun kegiatan usaha.

“Dari survei kepercayaan konsumen, kelihatan sekali daya beli masyarakat masih cukup baik artinya kalau mau dijaga terus pertumbuhan ekonomi, kita masih punya modal,” tutur Purbaya.

Sementara itu, kenaikan harga BBM diperkirakan belum bisa mengurangi impor migas karena permintaan migas di tanah air masih tinggi. Artinya, transaksi berjalan (current account) akan tetap defisit. “Keuntungan dari kenaikan BBM mungkin beban APBN-nya jadi berkurang, tapi dari sisi current account, ekspor dan impor sama saja, kecuali kalau ekonomi diperlambat lagi,” tambah Purbaya.

Di lain kesempatan Kepala Ekonom Bank Danamon Indonesia Anton H Gunawan menilai beda. Perlambatan permintaan konsumsi domestik diperkirakan membayangi pertumbuhan ekonomi kuartal III/2013 sehingga melaju tak sekencang sebelumnya. Kondisi ini tercermin pada penurunan indeks kepercayaan konsumen akibat suku bunga yang tinggi. Juga diiringi inflasi yang disebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Penjualan ritel dan mobil juga menunjukkan pelemahan meskipun penjualan sepeda motor masih tumbuh. Suplai uang pun menurun yang mengindikasikan pelemahan daya beli,” kata Anton.

Di sisi lain kecepatan pertumbuhan konsumsi pemerintah dinilai agak cukup tinggi. Hal ini disebabkan pemerintah akan mengejar kinerja kuartal sebelumnya yang masih terlihat lamban. (lulus)

Related posts