Agar Memiliki Daya Saing - Pemerintah Harus Hilangkan Ego Sektoral

JAKARTA – World Economic Forum (WEF) memang telah menaikkan peringkat daya saing Indonesia dari posisi ke-50 menjadi urutan ke-38. Namun, naiknya peringkat daya saing Indonesia tersebut berada di bawah Singapura dan Malaysia.

Karena, berdasarkan laporan WEF yang berjudul Global Competitiveness Report 2013-2014, posisi daya saing Singapura berada di posisi kedua, Malaysia di urutan ke-27 dan Thailand bahkan berada di posisi ke-37.

Karena itu, pemerintah akan melakukan reformasi struktural untuk penguatan daya saing dan juga melakukan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi sebagai bentuk komitmen nasional untuk menciptakan ekonomi yang efisien serta bebas dari ekonomi biaya tinggi.

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah mengatakan pekerjaan rumah Indonesia masih sangat besar terutama menjaga dan meningkatkan iklim dunia usaha, dan semua itu harus segera diselesaikan.

“Tantangan terbesar saat ini adalah mengikis ego-sektoral yang berpotensi membuat implementasi kebijakan sulit dilakukan. Selain itu juga, di saat kita menjalankan sistem pemerintahan desentralistik, harmonisasi kebijakan pusat-daerah perlu terus kita tingkatkan,” kata Firmanzah seperti nukil Setkab, Senin lalu.

Firmanzah mengatakan, koordinasi antar Kementrian Lembaga (K/L) di tingkat pusat terus diperbaiki melalui forum-forum koordinasi untuk mengurangi tumpang tindih kebijakan. Karena itu, strategi membangun dan memperkuat daya saing nasional sangat memerlukan koordinasi lintas kelembagaan, terutama koordinasi antar kementrian/lembaga serta pusat-daerah.

Indonesia akan berkompetisi dengan sejumlah negara di Asean, mulai persaingan mendapatkan investasi, kualitas dan harga jual produk ekspor, pasar tenaga kerja, kualitas infrastruktur dan regulasi yang pro-investasi.

Related posts