Perkuat Modal, Bank Danamon Rencanakan Right Issue

Jakarta - Dalam rangka meraih peluang pertumbuhan bisnis yang sangat signifikan, tentunya diperlukan posisi permodalan yang kuat. Untuk memenuhi itu semua, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) berencana menerbitkan hak memesan efek terlebih dahulu (Penawaran Umum Terbatas) atau right issue.

Direktur Utama Danamon Henry Ho mengatakan, perseroan butuh permodalan yang kuat untuk ekspansi dan karena itu untuk memenuhi modal akan dilakukan aksi korporasi berupa penerbitan right issue, ”Kami percaya akan potensi ekonomi dan sektor perbankan di Indonesia. Oleh karenanya, kami melakukan Rights Issue untuk memperkuat posisi permodalan Danamon dan mendukung percepatan ekspansi kami dalam lingkungan operasional yang kondusif saat ini,”katanya di Jakarta dalam siaran persnya kemarin.

Dia menjelaskan, modal yang dihimpun akan memungkinkan Danamon untuk meningkatkan pangsa pasar perseroan di Indonesia dan memanfaatkan setiap peluang yang muncul dalam waktu dekat.

Kemudian untuk aksi korporasi ini, kata Chief Financial Officer Danamon Vera Eve Lim, perseroan telah mempercayakan Citi dan Duetsche Bank sebagai pembeli siaga (standby purchasers dan PT Danareksa Sekuritas sebagai penyelenggara (Arranger).

Sebagai informasi, rencana penerbitan rights issuetelah menyampaikan ke BAPEPAM-LK dan Bursa Efek Indonesia. Danamon akan mengumumkan informasi yang lebih rinci mengenai Penawaran Umum Terbatas kepada para pemegang saham setelah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran ke BAPEPAM-LK dalam beberapa minggu ke depan.

Pada tanggal 31 Maret 2011, permodalan Danamon berada pada posisi yang kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) terkonsolidasi dan stand alone masing-masing sebesar 14,7% dan 12,1%, jauh diatas rasio minimum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 8%. Rights Issue ini akan memperkuat posisi permodalan Danamon, mendukung upaya-upaya untuk mempererat lagi hubungan dengan nasabah, serta mendukung pertumbuhan kredit dan pangsa pasarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

SDPC Patok Rights Issue Rp 110 Per Saham

NERACA Jakarta - Emiten farmasi, PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) telah menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 110…

HM Sampoerna Perkuat Jaringan Kemitraan - Tingkatkan Daya Saing Agro Industri

NERACA Jakarta - Dalam rangka meningkatkan daya saing sektor agro industri nasional, PT HM Sampoerna Tbk sebagai produsen rokok terus…

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…