Agung Podomoro Jual Lahan Seluas 216 Hektar

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengumumkan bahwa PT Alam Makmur Indah (AMI), dimana 70% sahamnya dimiliki oleh perseroan, telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli dengan PT AUA Development, sebuah perusahaan asing dari Taiwan mencakup lahan industri seluas 216 hektar di Karawang, Jawa Barat. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), Trihatma Kusuma Haliman mengatakan, nilai transaksi penambahan saham perseroan di PT AUA Development diatas Rp1,0 triliun, “PT Alam Makmur Indah telah membeli lahan tersebut pada pertengahan tahun 2013 seharga Rp 502 miliar,”ujarnya.

Dijelaskan, transaksi ini membuktikan fleksibilitas perseroan terhadap aset dan utamanya pada saat terdapat kesempatan untuk mendapatkan marjin yang baik hanya dalam periode kepemilikan yang singkat, sehingga meningkatkan nilai pemegang saham.

Sebagai informasi, PT Agung Podomoro Land Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp597,5 miliar pada kuartal ketiga 2013 atau turun 12,5% dari Rp682,7 miliar pada periode yang sama 2012. Penurunan ini disebabkan pembayaran bunga obligasi dan beban penjualan.

Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk F. Justini Omas mengatakan, pembayaran bunga atas obligasi APLN berkelanjutan I tahap I pada bulan September 2013 dan beban penjualan menurunkan laba bersih perseroan,”Penyebab lainnya seperti operasional dari anak-anak perusahaan yang belum membukukan penjualan dan pendapatan usaha serta kepentingan non-pengendali memiliki porsi lebih besar pada proyek-proyek yang mengakui penjualan dikuartal tiga 2013”, ujarnya.

Selain itu, di kuartal ketiga tahun 2013, perseroan membukukan penjualan dan pendapatan sebesar Rp3,48 triliun atau turun 1% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,51 triliun. Beban pokok penjualan dan beban langsung menurun 6,1% menjadi Rp1,79 triliun dari sebelumnya Rp1,9 triliun dikuartal III 2012. Beban usaha sebesar Rp739,7 miliar atau turun 27,9% dari sebelumnya Rp578,4 miliar. (bani)

Related posts