IHSG Berpeluang Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan kemarin, indeks BEI terkoreksi dipicu aksi jual dan juga dipengaruhi sepinya volume transaksi seiring libur tanggal merah. Namum berikutnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) Rabu diperkirakan akan bergerak menguat seiring dengan terdiskonnya harga saham yang sudah murah.

Indeks BEI diproyeksikan akan bergerak di level 4.423-4.440. Saham-saham sektor finansial masih menjadi saham layak dikoleksi pada perdagangan Rabu. Sebagai informasi, pada perdagangan Senin kemarin, IHSG ditutup melemah 9,301 poin (0,21%) ke level 4.423,288. Sementara Indeks LQ45 turun 1,042 poin (0,14%) ke level 738,242.

Kata analis Trust Securities, Reza Priyambada, volume perdagangan cenderung minim ditambah pelaku pasar asing kembali melakukan aksi jual sehingga menekan indeks BEI pada awal pekan kemarin, “Volume transaksi yang minim itu dikarenakan pelaku pasar saham masih menunggu data ekonomi selanjutnya yakni produk domestik bruto (PDB),”ujarnya.

Tercatat dalam data perdagangan BEI, pelaku pasar asing membukukan jual bersih (foreign net sell) senilai Rp465,167 miliar. Sementara itu, analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan secara teknikal indeks BEI berada dalam tren jangka pendek lebih cenderung untuk turun ke level 4.358--4.310 poin."Dalam kondisi itu lebih bijak pelaku pasar melakukan transaksi jangka pendek," kata dia.

Pada perdagangan Senin awal pekan kemarin, kebanyakan investor memilih aksi tunggu, namun beberapa ada yang melepas saham sehingga indeks sulit bergerak ke atas. Posisi terendah yang sempat disinggahi indeks ada di level 4.403,396.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 130.895 kali pada volume 3,157 miliar lembar saham senilai Rp 3,644 triliun. Sebanyak 102 saham naik, sisanya 156 saham turun, dan 101 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan mixed meski ada sentimen positif dari pasar global.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 2.050 ke Rp 68.100, Astra Agro (AALI) naik Rp 700 ke Rp 20.300, Sona Topas (SONA) naik Rp 625 ke Rp 4.125, dan Tower Bersama (TBIG) naik Rp 300 ke Rp 6.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 4.500 ke Rp 360.000, Lion Metal (LION) turun Rp 900 ke Rp 13.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 35.300, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 28.950.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 13,367 poin (0,30%) ke level 4.419,222. Sementara Indeks LQ45 turun 1,725 poin (0,23%) ke level 737,559. Indeks hanya mampu menanjak sampai ke level 4.446,330 sebelum akhirnya terjatuh ke teritori negatif. Aksi beli di saham-saham komoditas gagal mengembalikan indeks ke jalur hijau.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 71.924 kali pada volume 1,604 miliar lembar saham senilai Rp 2,023 triliun. Sebanyak 83 saham naik, sisanya 139 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia kini mulai balik arah ke zona merah setelah pagi tadi rata-rata menguat. Pelaku pasar mulai melepas saham sehingga hanya bursa Singapura yang masih bisa menguat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 750 ke Rp 20.750, Astra Agro (AALI) naik Rp 750 ke Rp 20.350, Sona Topas (SONA) naik Rp 475 ke Rp 3.975, dan Tower Bersama (TBIG) naik Rp 200 ke Rp 5.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 4.500 ke Rp 360.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 35.500, Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 28.850, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 29.350.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 6,06 poin atau 0,14% ke posisi 4.426,53 setelah data-data ekonomi domestik belum membaik, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,54 poin (0,21%) ke level 737,74. Dijelaskan, data-data ekonomi domestik yang dinilai belum membaik oleh pelaku pasar saham di dalam negeri masih memberi sentimen negatif bagi indeks BEI.

Kemudian dari sisi teknikal, indeks BEI kehilangan peluang untuk kembali berada di area positif. Laju IHSG kemungkinan masih akan bervariasi dengan kecenderungan melemah kecuali ada sentimen positif lain yang mampu membuat IHSG "upreversal".

Faktor bursa regional yang mayoritas dalam tekanan menambah sentimen negatif bagi bursa saham domestik. Diperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 4.415--4.532 poin pada awal pekan.

Menurut tim analis Teknikal Mandiri Sekuritas, pelemahan rupiah dan aksi jual investor asing kembali menekan pergerakan IHSG.Hal itu tidak terlepas dari defisit neraca perdagangan dan demo buruh yang terjadi sepanjang pekan lalu. Sehingga IHSG akan melemah dalam beberapa hari. Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 24,97 poin (0,11%) ke level 23.274,76, indeks Nikkei-225 turun 126,37 poin (0,88%) ke level 14.201,57, dan Straits Times menguat 7,48 poin (0,23%) ke posisi 3.208,78. (bani)

Related posts