Express Targetkan Pendapatan Rp900 Miliar - Ditopang 2000 Unit Armada Taxi

NERACA

Jakarta- Bisnis jasa transportasi nyatanya cukup potensial di negeri ini. Salah satu emiten transportasi, PT Express Transindo Tbk (TAXI) misalnya, mengantongi kenaikan laba bersih mencapai 50% lebih. Targetnya, dengan penambahan jumlah armada, perseroan pun optimistis dapat meningkatkan pendapatan hingga 30% dari target tahun ini sebesar Rp700 miliar.“Tahun depan kita peroleh pendapatan sebesar Rp900 miliar atau naik 30% dari target sepanjang tahun ini sebesar Rp700 miliaran," kata Direktur PT Express Transindo Utama Tbk, David Santoso di Nusa Dua, Bali kemarin.

Peningkatan pendapatan tersebut, sambung dia, akan ditopang dari penambahan jumlah armada yang mencapai 2.000 unit taksi baru. Untuk itu, perseroan menganggarkan dana belanja modal sebesar Rp500 miliar di tahun 2014. Sumber pendanaannya sendiri akan diperoleh dari kas internal perseroan dan pinjaman perbankan, “Kita beli armada, dananya dari kas internal dan pinjaman perbankan. Kami selalu mendapatkan pinjaman dari Bank BCA,” jelasnya.

Menurut dia, bisnis taksi di Indonesia masih sangat potensial, dan berkat kepercayaan pelanggan perseroan pun dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif. Dari sejumlah unit armada yang dimiliki, kata dia, segmen taksi reguler masih mendominasi pendapatan perseroan hingga 84%. Sedang sisanya dari segmen Value Added Transportation Business yang terdiri dari kendaraan Limosin yang berada di Bali, Lombok, Bandung dan Jakarta.

Rencananya, pada tahun 2013 perseroan akan menambah armada sebanyak 2.000 unit taksi reguler. Dengan demikian, pada akhir tahun 2013 jumlah armada taksi reguler ditargetkan menjadi 10.035 unit. Tercatat, hingga kuartal ketiga 2013 emiten jasa transportasi ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp95,15 miliar, meningkat sebesar 56% dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp60,9 miliar.

Sementara total pendapatan perseroan per 30 September 2013 adalah sebesar Rp506,28 miliar. Jumlah tersebut meningkat sebesar 37% dibanding pendapatan per 30 September 2012 yaitu Rp 370,19 miliar. Sedangkan untuk laba kotor per 30 September 2013 adalah Rp168,6 miliar, meningkat 30% dibanding laba kotor per 30 September 2012 yaitu Rp129,9 miliar.

Menengarai kinerja yang dibukukan emiten transportasi, analis Net Sekuritas, Fadli mengatakan, meningkatnya kebutuhan jasa angkutan dan kendaraan operasional akan mendorong kinerja sektor transportasi tumbuh positif. Apalagi untuk emiten yang fokus pada pasar ekonomi menengah,dan memiliki ruang bisnis yang cukup luas dengan menyediakan jasa transportasi untuk penyewaan mobil operasional, travel, dan taksi.

Hal inilah yang tercatat menjadi penopang pertumbuhan laba bersih emiten transportasi yang secara rata-rata tumbuh di kisaran 50% lebih dibanding periode yang sama tahun lalu, “Naiknya jumlah orang-orang berpendapatan ekonomi menengah, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) menjadi emiten yang diuntungkan.” ujarnya.

Selain TAXI, emiten transportasi lainnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) juga mencatatkan kenaikan kinerja secara signifikan tahun ini. Perseroan mencatatkan laba bersih mencapai Rp 60,05 miliar dari laba bersih tahun lalu yang hanya mencapai Rp12,888 miliar. Sementara pendapatan menjadi Rp 752,338 miliar, naik 31,7% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 571,137 miliar. Adapun beban pokok pendapatan yang dicatatkan perseroan menjadi Rp 502,682 miliar, naik 31,8% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 381,3 miliar. Tercatat, sepanjang Januari- September 2013, sewa kendaraan mobil penumpang berkontribusi sebesar Rp 441 miliar, penjualan kendaraan bekas sebesar Rp 161,03 miliar, pendapatan jasa logistik Rp 102,28 miliar, pendapatan dari juru mudi Rp 47,38 miliar dan pendapatan dari sewa pool Rp 622 juta. (lia)

Related posts