Beban Meningkat, Laba Ancol Turun 12,7%

NERACA

Jakarta – Meningkatnya beban kinerja keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, menggerus laba keuangan perseroan. Dimana perseroan mencatatkan laba bersih sepanjang kuartal tiga tahun ini turun 12,7% menjadi Rp91,8 miliar dibanding periode yang sama tahun 2012 mencapai Rp105,17 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, selain adanya peningkatan beban, turunnya laba tersebut akibat merosotnya pendapatan lain, meskipun pada periode itu berhasil mencatat kenaikan tipis pada pendapatan usaha. Beban usaha meningkat menjadi Rp165,12 miliar dari Rp138,59 miliar yang terdiri atas pendapatan lainnya susut menjadi Rp8,87 miliar dari Rp9,55 miliar, pendapatan bunga berkurang menjadi Rp5,62 miliar dari Rp8,46 miliar, kerugian penjualan aset tetap menjadi Rp339,29 juta dibanding periode yang sama tahun lalu membukukan keuntungan senilai Rp288,03 juta.

Selain itu, beban penjualan meningkat menjadi Rp38,4 miliar dari Rp31,09 miliar, beban umum dan administrasi menjadi Rp134,88 miliar dari Rp118,3 miliar, beban lain-lain menjadi Rp10,88 miliar dari Rp10,2 miliar. Kendati begitu, perseroan membukukan kenaikan keuntungan selisih kurs menjadi Rp4,88 miliar dari Rp2,7 miliar.

Pendapatan usaha perusahaan hingga akhir September 2013 tercatat sebesar Rp724,31 miliar atau naik 0,95% dari posisi akhir September 2012 senilai Rp717,48 miliar. Beban pokok pendapatan dan beban langsung berhasil ditekan menjadi Rp419,12 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp420,5 miliar.

Di samping itu, perseroan juga mencatat beban pinjaman melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp14,01 miliar dari akhir kuartal ketiga 2012 senilai Rp6,32 miliar. Sementara laba bersih periode berjalan perseroan turun menjadi Rp90,27 miliar dibanding periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp105 miliar. Laba bersih per saham dasar juga turun menjadi Rp57 per saham dari Rp66 per saham pada akhir September tahun lalu.

Jumlah aset perseroan akhir bulan lalu tercatat sebesar Rp2,6 triliun atau naik dibanding posisi akhir tahun lalu senilai Rp2,39 triliun, dengan jumlah utang akhir bulan lalu bertambah menjadi Rp1,25 triliun dari posisi Desember 2012 senilai Rp1,08 triliun. Sementara itu, meskipun tengah mengalami peningkatan beban dan penurunan laba, perseroan tengah berkonsentrasi mengerjakan proyek reklamasi pulau seluas 700 hektar, dengan nilai investasi mencapai Rp500 miliar.

Saat ini, sebagai tahap pertama pembangunan pulau reklamasi tersebut, perseroan akan mengerjakan 160 hektar terlebih dahulu. Dengan dana tahap awal yang dikeluarkan mencapai Rp300 miliar dan tahun kedua Rp200 miliar.

Sebelumnya Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Gatot Setyo Waluyo pernah mengatakan, perseroan tengah membuat pulau buatan tersebut akan digunakan sebagai landbank (lahan cadangan) yang ditujukan untuk pengembangan bisnis properti, yang digarap perseroan. Untuk membiayai proyeknya, perseroan akan mendapatkannya dari kombinasi pendanaan yang bersumber dari penerbitan obligasi dan kas internal perseroan. Perseroan akan menerbitkan obligasi dengan kisaran Rp400 miliar. Sementara kas internal perseroan per Desember 2012 mencapai Rp600 miliar. (nurul)

Related posts