Gres Dinilai Mampu Tingkatkan Ekonomi

NERACA

Jakarta - Gerakan Ekonomi Syariah (GRES) dinilai oleh Pusat komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) mampu meningkatkan kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional dan juga diharapkan bisa mendorong sisi permintaan dan penawaran di ekonomi syariah.

Ketua Umum PKES, Halim Alamsyah mengatakan, diharapkan dampak gerakan ini tidak hanya ke bank syariah. “Tapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang lebih cepat,” kata Halim di Jak arta, Kamis (31/10). Dia juga menjelaskan, saat ini perbankan syariah memang menjadi salah satu tulang punggung bagi perekonomian syariah. Dia bilang, syariah akan sulit untuk berkembang jika hanya mengandalkan perbankan syariah.

Lebih lanjut, Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengawasan Bank ini mengatakan, perbankan syariah harus memiliki rekan untuk melihat produk produk yang ada bisa dikembangkan lebih lanjut atau tidak. “Kan banyak komunitas, harus disamakan dampak besarnya untuk ekonomi syariah, kita melihat total aset ekonomi syariah semakin cepat perkembangannya, namun kita belum memiliki data dan cara mengukurnya,” kata dia.

Bank sentral telah mengeluarkan aturan yang mendukung perkembangan syariah. Halim menjelaskan, salah satunya yakni, pengetatan atuan terhadap rasio pinjaman terhadap nilai aset atau loan to value (LTV) untuk pembiayaan properti.

Selanjutnya dia mengungkapkan, misalnya jika ingin pembiayaan kepemilikan rumah, yakni musyarakah mutanaqisah (MMQ) memiliki LTV yang berbeda, yakni lebih tinggi 10% dibanding KPR konvensional. “Jadi untuk uang muka, relatif ringan dibanding menggunakan konvensional, ini skim berbagi kepemilikan, bukan hutang, jadi berbagai risiko antara bank dan nasabah,” kata dia.

Selain itu, katanya, penyelenggaran event atau bazaar bertema syariah pun dapat meningkatkan produk dan layanan syariah dengan cepat. Salah satu terobosan, ucap Halim, organisasi-organisasi dalam PKES akan mempublikasikan perhelatan bertema syariah tersebut. “Nah, kita akan buat ini bisa diagendakan secara nasional. Jadi masyarakat bisa mengikuti dengan mudah,” imbuh dia.

Halim menuturkan, saat ini ekonomi syariah di Indonesia terus mengalami peningkatan, asetnya pun terus bertambah dari waktu ke waktu. "Kita lihat total aset ekonomi syariah ini berkembang secara cepat. Yang jelas kita tidak hanya memenuhi jasa syariah di Indonesia saja,” katanya. [sylke]

Related posts