Astra Internasional Cetak Raport Merah - Kinerja Keuangan Kuartal Tiga

NERACA

Jakarta - Catatan kinerja PT Astra Internasional Tbk (ASII) pada kuartal ketiga tahun ini, menjadi pengalaman buruk. Pasalnya, laba perseroan turun 8% dari Rp 14,7 triliun pada priode 2012 menjadi Rp 31,5 triliun tahun ini. Imbasnya, laba bersih per saham perseroan juga ikut turun 8% menjadi Rp 333 per saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (31/10).

Selain itu, pendapatan bersih Astra juga mengalami rapot merah atau turun 1% mencapai Rp 141,8 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun 2012, “Meski volume penjualan otomotif dalam kondisi baik, pendapatan masih dipengaruhi ketatnya kompetisi pasar mobil, kenaikan biaya tenaga kerja, serta menurunnya harga komoditas. Kami perkirakan kondisi bisnis hingga akhir tahun 2013 ini tidak terlalu banyak berubah,”kata Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto.

Adapun nilai bersih aset Astra Rp 1.913 per saham pada 30 September 2013, mengalami peningkatan 9 persen dibandingkan periode akhir tahun 2012 sebesar Rp 1.759. Kegiatan Grup Astra fokus kepada enam lini bisnis inti, yaitu divisi otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, serta teknologi informasi.

Laba bersih divisi otomotif turun 5 persen menjadi Rp 6,9 triliun, terdiri dari Rp 3,2 triliun yang berasal dari Perseroan dan anak-anak perusahaan, serta Rp 3,7 triliun dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities di bidang otomotif. "Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2013, permintaan kendaraan bermotor tetap tinggi, namun peningkatan persaingan akibat meningkatnya kapasitas produksi domestik serta tingginya biaya tenaga kerja menyebabkan penurunan kontribusi laba bersih dari segmen otomotif," kata Prijanto.

Total penjualan mobil nasional meningkat 11% menjadi 908.000 unit. Penjualan mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot) mengalami kenaikan 7% menjadi 479.000 unit, dengan penurunan pangsa pasar dari 55% menjadi 53%. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2013, Astra meluncurkan 22 model baru dan 12 model facelift, termasuk Low Cost Green Car (LCGC): Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla, yang mulai dijual pada bulan September 2013.

Sementara itu penjualan sepeda motor nasional naik 9% menjadi 5,8 juta unit. Penjualan sepeda motor Honda keluaran PT Astra Honda Motor (AHM) meningkat 13% menjadi 3,5 juta unit, dengan peningkatan pangsa pasar dari 58% menjadi 60%. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2013, AHM meluncurkan dua model baru dan tujuh model facelift.

Sementara laba bersih divisi jasa keuangan naik 17% menjadi Rp 3,3 triliun. Total pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra yang terdiri dari PT Federal International Finance (FIF), PT Astra Sedaya Finance (yang dikenal dengan nama Astra Credit Companies - ACC) dan PT Toyota Astra Financial Services (TAFS) meningkat 11 persen menjadi Rp 43 triliun, termasuk pembiayaan melalui joint bank financing without recourse. (bani)

Related posts