Isu Tapering Off Hantui Laju IHSG

Ekspektasi pelaku pasar terhadap kelanjutan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sirna sudah. Pasalnya, IHSG yang diharapkan mengalami kenaikan pasca penguatan yang terjadi sehari sebelumnya kembali mengalami pelemahan. Meski demikian, IHSG tidak sendirian, bursa saham Asia kompak mengalami pelemahan seiring dengan respon negatif pelaku pasar terhadap hasil pertemuan FOMC yang kembali memberi sinyal adanya percepatan tappering off dari yang diperkirakan sebelumnya.

Di sisi lain, rilis kinerja beberapa emiten yang berada di bawah estimasi turut menghambat kenaikan bursa saham Asia. Mneurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, pasca rilis hasil pertemuan FOMC bukannya membuat laju nilai tukar membaik, justru sebaliknya dimana rupiah kembali melanjutkan pelemahannya,”Dari hasil pertemuan FOMC tersebut, The Fed memang masih mempertahankan kebijakan stimulusnya. Namun, di sisi lain juga memberi sinyal akan adanya tappering off yang kemungkinan dipercepat dari perkiraan sebelumnya,”ujarnya di Jakarta, Kamis (31/10).

Dampak dari rencana kebijakan tersebut, nilai tukar rupiah makin menjauh dari target support Rp11090, yaitu berada diRp11225-11250 (kurs tengah BI). Selain itu, Reza menilai pelaku pasar lokal tampaknya kurang percaya diri sehingga mengikuti arus laju bursa saham Asia. Alhasil, hal ini menyebabkan sepanjang perdagangan, Kamis (31/10) IHSG menyentuh 4547,35 untuk level tertingginya di awal sesi pertama dan menyentuh level 4483,62 untuk level terendahnya jelang penutupan sesi pertama dan berakhir di level 4510,63.

Padahal transaksi asing mengalami kenaikan nett buy, namun ternyata tidak diimbangi dengan sentimen dari nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan dan laju bursa saham Asia yang mayoritas terkoreksi.“Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual sementara investor domestik mencatatkan nett sell,”jelasnnya.

Oleh karena itu, pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia Jum’at akhir pekan nanti, IHSG diperkirakan akan berada pada support 4467-4500 dan resistance 4556-4568. Laju IHSG lebih banyak bergerak di kisaran target support (4536-4564) sehingga mengurangi peluang untuk terjadinya rebound. “Diharapkan rilis inflasi dan masih adanya emiten-emiten lokal lainnya yang merilis kinerjanya dapat direspon positif sehingga pelemahan IHSG dapat berkurang”, katanya.

Trust Securities memberikan beberapa saham yang dapat dipertimbangkan yaitu TLKM Spt2200-2275 Rst2375-2425|Bullish engulfing cross. RSI masih upreversal|Trd buy selama up2300 , ANTM Spt1500-1530 Rst1620-1640|Hammer sentuh MBB|Trd buy selama up1580 , SIMP Spt760-790 Rst820-840|Long Doji dekati upper bollinger band|Trd sell jika 790 gagal bertahan , ICBP Spt10700-10950 Rst11350-11400|Tweezers bottom di bawah MBB|Trd buy selama up11100 .

Saham-saham lainnya: LPCK 6300-6850|Trd buy selama up6700 , TBIG 5350-5950|Trd buy selama up5650 , BMTR 1880-1950|Trd sell jika 1890 gagal bertahan , AISA 1270-1360|Trd buy selama up1300, ARNA 830-930|Trd buy selama up890 .

Pada perdagangan Kamis (31/10) IHSG anjlok 1,4% atau 64,4 poin menjadi 4.510,63 dengan investor asing mengalami net buy Rp181,9 miliar. Volume perdagangan mencapai 5,7 miliar saham senilai Rp6,2 triliun. Sebanyak 174 saham melemah, 82 saham menguat dan 91 saham stagnan. Pelemahan terdalam terjadi pada saham sektor aneka industri 3,1% diikuti saham sektor properti 2,5%.

(nurul)

Related posts