IHSG Akhir Pekan Masih di Zona Merah

NERACA

Jakarta –Maraknya rapot merah laporan keuangan yang dirilis emiten pada kuartal tiga 2013, rupanya menjadi sentimen negatif terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Pasalnya, mengakhiri perdagangan saham Kamis kemarin, IHSG ditutup melemah 64,247 poin (1,40%) ke level 4.510,631. Sementara Indeks LQ45 anjlok 14,274 poin (1,86%) ke level 754,807.

Aksi jual yang dilakukan investor sejak awal hingga akhir perdagangan, memicu indeks BEI melemah. Pelemahan indeks juga sejalan dengan koreksi yang terjadi di bursa-bursa regional. Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko mengatakan, secara teknikal kegagalan IHSG berada di atas level 4.611 poin memicu pelaku pasar untuk melepas posisi dan menimbulkan koreksi lanjutan.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan melanjutkan pelemahan dan menuju level batas bawah di kisaran 4.480--4.450 poin, “Ditengah banyaknya sentimen negatif saat ini, pelaku pasar direkomendasikan untuk mencermati beberapa saham berkapitalisasi besar," kata dia.

Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas, Tessa Mulia memperkirakan bahwa indeks BEI pada Jumat akan bergerak berfluktuasi di kisaran 4.450--4.540 poin, “Data klaim pengangguran AS yang diperkirakan mengalami penurunan menjadi sekitar 341.000 serta pengumuman data manufaktur juga turun akan memberikan sentimen tambahan terhadap perdagangan indeks BEI akhir pekan,"ujar dia.

Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang layak di koleksi pada akhir pekan, diantaranya Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Bank Danamon (BDMN) dan PP London Sumatra Indonesia (LSIP). Pada perdagangan kemarin, satu sektor berhasil menguat berkat aksi beli, yaitu sektor infrastruktur. Namun penguatan tersebut tidak mampu menggiring indeks ke zona hijau.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 138.594 kali pada volume 5,746 miliar lembar saham senilai Rp 6,306 triliun. Sebanyak 82 saham naik, sisanya 174 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Pergerakan bursa-bursa di Asia masih sama seperti awal perdagangan, kompak terjebak di zona merah. Bursa saham Jepang menderita koreksi paling dalam. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 20.000 ke Rp 360.000, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 300 ke Rp 5.700, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 250 ke Rp 6.750, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 150 ke Rp 11.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.250 ke Rp 30.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 1.000 ke Rp 18.600, United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 17.500, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 36.900.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup anjlok 77,761 poin (1,70%) ke level 4.497,117. Sementara Indeks LQ45 jatuh 15,776 poin (2,05%) ke level 753,305. Semua lapisan saham dan indeks sektoral kompak terkena koreksi cukup tajam, rata-rata lebih dari satu persen. Pelemahan paling dalam diderita oleh sektor aneka industri.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 79.080 kali pada volume 2,384 miliar lembar saham senilai Rp 2,671 triliun. Sebanyak 51 saham naik, sisanya 193 saham turun, dan 74 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih kompak melemah hingga sesi pertama. Tidak ada sentimen positif yang bisa mendorong pelaku pasar lakukan aksi beli.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 350 ke Rp 30.200, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 150 ke Rp 5.550, Sorini Agro (SOBI) naik Rp 130 ke Rp 2.000, dan Mandom (TCID) naik Rp 100 ke Rp 11.000. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 900 ke Rp 30.350, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 850 ke Rp 66.500, Astra Agro (AALI) turun Rp 850 ke Rp 18.750, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 29.900.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka turun 41,12 poin atau 0,90% menjadi 4.533,76. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 10,49 poin (1,36%) ke level 758,59, “Bursa Asia pagi ini turut dibuka melemah memfaktorkan koreksi yang terjadi di bursa AS karena eskpektasi pengurangan stimulus AS dikabarkan akan dilakukan lebih cepat dari ekspektasi awal di Maret 2014," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia mengemukakan bahwa sejauh ini beberapa emiten yang memiliki kinerja di atas ekspektasi diantaranya Bank Central Asia (BBCA), Bumi Serpong Damai (BSDE), dan Perusahaan Gas Negara (PGAS). Sementara yang berada di bawah ekspektasi, Jasa Marga (JSMR), Hocim Indonesia (SMCB), Mitra Adiperkasa (MAPI), Sampoerna Agro (SGRO), dan Media Nusantara Citra (MNCN).

Tim analis Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa investor cenderung akan "wait and see" menanti data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia, yang akan diumumkan akhir pekan. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 140,42 poin (0,60%) ke level 23.163,60, indeks Nikkei-225 turun 63,49 poin (0,44%) ke level 14.436,97, dan Straits Times melemah 11,91 poin (0,37%) ke posisi 3.218,68. (bani)

Related posts