Lelang Melalui LPSE Jabar Lampaui Capaian 2010

NERACA

Bandung - Kepala Balai Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Jawa Barat Ika Mardiah menyatakan sepanjang hingga 13 Juli 2011 kemarin, volume lelang melampaui keseluruhan volume lelang tahun 2010. Padahal proses lelang baru memasuki pertengahan bulan Juli 2011, namun nilainya sudah melewati capaian lelang sepanjang tahun 2010. Kondisi ini menurutnya merupakan prestasi yang harus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Hal itu sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Barat untuk senantiasa meningkatkan kinerja LPSE dalam melayani kebutuhan pengguna lelang di Jawa Barat.

“Pak Gubernur Ahmad Heryawan secara khusus meminta LPSE Jawa Barat menjadi pelopor layanan pengadaan secara elektronik yang profesional. Untuk itu secara sungguh-sungguh kami bertahap melakukan peningkatan yang memungkinkan pengguna LPSE mendapatkan pelayanan terbaik. Hal itu dibuktikan dengan penghargaan yang sudah seringkali diterima LPSE Jabar, baik dari LKPP maupun KPK, yang memberikan apresiasi sebagai LPSE terbaik,” tutur Ika di Gedung Balai LPSE Jabar, Kawasan Dago, Kamis (14/7) siang.

Berdasarkan pantauan jumlah paket lelang di LPSE Provinsi Jawa Barat mencapai 1.602 paket atau melewati jumlah paket sepanjang tahun 2010 lalu yang mencapai 1.562 paket. Demikian juga dengan nilai pagu anggaran lelang hingga tengah Juli 2011 ini sebesar Rp.2,457 triliun. Sementara sepanjang tahun 2010 volume pagu anggaran lelang mencapai Rp. 2,420 triliun lebih. Hingga saat ini, dari 1.602 paket tersebut sebanyak 934 paket telah selesai. Dengan demikian sisa tender tinggal Rp 244,8 miliar atau hanya 17,77 persen lagi.

Menurut Ika paket lelang terbanyak masih tetap dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Jawa Barat yakni sebanyak 621 paket. Menyusul kemudian Kabupaten Indramayu 115 paket, Kabupaten Purwakarta 99 paket, ULP Kota Banjar sebanyak 90 paket, dan Kabupaten Karawang 86 paket. Sisanya selain berasal dari kabupaten dan kota juga dari 21 instansi vertikal dan 13 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Jawa Barat. “Kesadaran menggunakan LPSE untuk lelang, baik itu mengumumkan maupun proses lelang itu sendiri cukup baik dan cenderung meningkat,” tuturnya.

BERITA TERKAIT

DPRD Jabar Targetkan Raperda Kewirausahaan Disahkan Akhir 2018

DPRD Jabar Targetkan Raperda Kewirausahaan Disahkan Akhir 2018 NERACA Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menargetkan rancangan…

Pemprov-DPRD Jabar Teken MoU KUA-PPAS APBD-P

Pemprov-DPRD Jabar Teken MoU KUA-PPAS APBD-P NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD setempat telah menandatangani nota kesepakatan…

Membangun Daerah Kepulauan Melalui UU Daerah Kepulauan

Membangun Daerah Kepulauan Melalui UU Daerah Kepulauan NERACA Jakarta - Platform RUU Daerah Kepulauan yang saat ini sedang dibahas oleh…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pentingnya Literasi dan Edukasi Keuangan untuk Mahasiswa

Pentingnya Literasi dan Edukasi Keuangan untuk Mahasiswa NERACA Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance” atau “Perseroan”), hari…

Tersangka Mantan Walkot dan Sekda Depok Terkesan Janggal Tidak Ditahan - Proses Penyidikan Tersangka Korupsi APBD-P 2015 Jalan Nangka

Tersangka Mantan Walkot dan Sekda Depok Terkesan Janggal Tidak Ditahan Proses Penyidikan Tersangka Korupsi APBD-P 2015 Jalan Nangka NERACA Depok…

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang NERACA Sukabumi - Di kota Sukabumi kelengkapan marka jalan ternyata masih kurang, rata-rata…