Bayar Utang, Laba Agung Podomoro Turun 12,5%

NERACA

Jakarta – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan laba bersih sebesar Rp597,5 miliar pada kuartal ketiga 2013 atau turun 12,5% dari Rp682,7 miliar pada periode yang sama 2012. Penurunan ini disebabkan pembayaran bunga obligasi dan beban penjualan.

Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk F. Justini Omas mengatakan, pembayaran bunga atas obligasi APLN berkelanjutan I tahap I pada bulan September 2013 dan beban penjualan menurunkan laba bersih perseroan,”Penyebab lainnya seperti operasional dari anak-anak perusahaan yang belum membukukan penjualan dan pendapatan usaha serta kepentingan non-pengendali memiliki porsi lebih besar pada proyek-proyek yang mengakui penjualan dikuartal tiga 2013”, ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Selain itu, di kuartal ketiga tahun 2013, perseroan membukukan penjualan dan pendapatan sebesar Rp3,48 triliun atau turun 1% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,51 triliun. Beban pokok penjualan dan beban langsung menurun 6,1% menjadi Rp1,79 triliun dari sebelumnya Rp1,9 triliun dikuartal III 2012. Beban usaha sebesar Rp739,7 miliar atau turun 27,9% dari sebelumnya Rp578,4 miliar.

Jika diperinci, penjualan perseroan pada periode ini mengalami penurunan 6,8% dari Rp2,91 triliun pada kuartal ketiga 2012 menjadi Rp2,72 triliun di kuartal ketiga 2013. Sementara pendapatan sewa dan lain-lain naik 27,3% dari Rp598,9 miliar pada kuartal ketiga 2012 menjadi Rp762,6 miliar pada kuartal ketiga 2013.

Kontribusi dari pendapatan berulang terus meningkat menjadi sebesar 21,9% terhadap seluruh penjualan dan pendapatan usaha, melalui peningkatan kinerja dari mal-mal yang dimiliki perseroan seperti Central Park, Kuningan City, Emporium Pluit dan juga Hotel Pullman Jakarta Central Park. Terdapat pula kontribusi dari Hotel BnB di Kelapa Gading yang baru diluncurkan.

Laba kotor tumbuh sebesar 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai Rp,.69 triliun pada kuartal ketiga 2013 dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu Rp1,61 triliun. Sejalan dengan itu, marjin laba kotor terus meningkat menjadi 48,5% dari 45,7% pada periode yang sama 2012.

Saat ini perseroan tengah gencar mengembangkan superblok di luar Pulau Jawa dengan investasi sekitar Rp7 triliun. Perseroan menilai di daerah juga memiliki potensi pengembangan kota baru mengingat semakin berkembangnya masyarakat daerah dan bertambahnya jumlah penduduk. (nurul)

Related posts