Jadilah Pemain Global

Jadilah Pemain Global

Sudah kepalang tanggung, Indonesia tak mungkin keluar dari sistem liberalisme ekonomi dunia. Karena itu, Indonesia harus mampu menangkap tantangan tersebut menjadi peluang bagi terwujudnya rakyat Indonesia yang makmur sejahtera.

Cara yang harus ditempuh, seperti diungkapkan Ketua Umum Kadin Pusat Suryo Bambang Sulisto, adalah menempatkan produk lokal yang mampu bermain di kancah global. Menurut Suryo, hal itu memang tak mudah dilakukan, karena harus diupayakan secara bertahap. Tahap awalnya adalah, menjadikan produk lokaluntuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Dengan demikian terlepaskan ketergantungan mengimpor.

“Pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri ini penting bukan saja untuk mengurangi impor tetapi juga untuk memantapkan kualitas serta brand image produk yang memenuhi standar internasional,” kata Suryo, pekan ini di Jakarta.

Dengan demikian, kata dia, bahkan pasar domestic tersebut akan mengisi pasar global. Dia menyontohkan keberadaan Pasar Regional Tanah Abang. Pasar yang berada di bawah naungan PD Pasar Jaya itu sudah menjadi pasar tingkat ASEAN bahkan dikenal hingga ke Afrika. “Pasar tanah Abang sudah menjadi pasar grosir produk tekstil yang pembelinya banyak dari mancanegara,” ujar mantan ketuaumum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) ini.

Menjadi pemain global juga bisa dilakukan kalangan perusahaan milik Negara (BUMN). Contohnya pabrik Semen Indonesia, sudah merambah berinvestasi membangun pabrik baru di sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Bahkan, bursa komoditas timah putih di Indonesia sudah menjadi rujukan timah putih dunia. “Bursa timah putih di Indonesia sudah menjadi acuan harga internasional, itu perlu kita kembangkan terus di masa depan,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Chris Kanter menambahkan, Indonesia tak perlu takut asuk ke pasar global. Sebab, kata dia, kondisi ekonomi Indonesia cukup baik. Bahkan, pertumbuhan ekonominya mencapai 5%, di atas perumbuhan rata-rata dunia. “Karena itu Indonesia merupakan pasar terbesar ke 4 di dunia. Bukan hanya sebagai pasar saja, tetapi juga sebagai tempat untuk berproduksi,” kata Chris di sela-sela Rakornas Kadin Bidang Investasi, Perdagangan dan Hubungan Internasional di Jakarta, pekan lalu (25/10).

Berdayakan UKM

Sementara itu, untuk memberdayakan kelompok UMKM Kadin pun menjalin kerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang berada di bawah Kementerian Koperasi dan UKM. Kerjasama itu ditandai dengan penandatangan MoU yang dilakukan Dirut LPDB Kemas denial dan Wakil Ketua Umum Kadin Erwin Aksa, pada waktu bersamaan di tempat yang berbeda, yaitu di kantor LPDB.

”Kesepakatan ini juga dimaksudkan untuk melakukan pembinaan kepada pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) di berbagai daerah,” kata Kemas.

Kedua pihak secara bersama-sama ingin mengembangkan kapasitas dan kualitas produk barang dan jasa, membantu akses permodalan dan potensi pasar. Selain untuk mencukupi kebutuhan domestic, produk tersebut juga berorientasi pada pasar global. (saksono/rin)

Related posts