Ingin Menginspirasi Wanita Indonesia

Astrid Williadry, Brand Director New Categories PT Sarihusada

Ingin mengispirasi wanita Indonesia, begitulah kira-kira kata yang terlontar dari mulut Astrid Williandry yang kini menjabat Brand Director New Categories PT Sarihusada ketika ditanya keinginan yang saat ini paling ia harapkan dalam hidupnya.

Sebab, sebagai seorang wanita dia tahu benar bagaimana sulitnya membagi waktu antara karir dan keluarga. Ada sebagian wanita fokus ke pekerjaannya sementara anak atau keluarga terbengkalai. Dengan berbekal pengalamannya, dia ingin berbagi kepada wanita Indonesia, kalau mereka (wanita Indonesia) tetap bisa menjadi orang hebat tanpa melupakan keluarga.

Sementara itu, untuk urusan karir tak perlu ditanya lagi, sudah lebih dari sembilan tahun dia malang-melintang berkarir di berbagai perusahaan. Tak sekadar berkarir, sederet prestasi pun sempat ditorehnya. Salah satunya adalah “The Best Account Manager (Global)” dari sebuah perusahaan perawatan kecantikan berbendera P&G.

Sukses tersebut, sontak membuat dia dipercaya untuk meng-handle perusahaan beauty care itu di lima negara (Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia dan Australia). Kebanggaan pun membuncah kala itu. “Saya sangat bangga dengan pencapaian tersebut. Karena, ketika menyabet penghargaan itu saya adalah wanita pertama dan termuda, itu yang paling saya ingat,” kata dia penuh kebanggaan.

Karirnya dimulai pada 2000-an, saat itu ia bergabung dengan sebuah perusahaan perawatan kecantikan. Walaupun sudah memiliki jabatan strategis ia yang saat itu bertugas di Singapura memutuskan pulang ke Indonesia karena sedang hamil dan usia kehamilannya semakin dekat dengan saat-saat melahirkan.

“Saya putuskan untuk pulang ke Indonesia, karena menunggu kelahiran anak kedua saya, pokoknya saya ingin pulang ke Indonesia agar ada keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga,” Kenang Astrid.

Setelah itu dia bergabung dengan perusahaan lokal dan akhirnya pada April lalu, dia diminta gabung ke PT Sarihusada. Menurutnya, ada persamaan visi mis PT Sarihusada dengan dirinya. Yaitu misi sosial dari perusahaan. “Jadi sambil bekerja mencari uang juga bisa membantu sesama,” kata Astrid seraya menceritakan alasannya kenapa memilih PT Sarihusada.

Karena, menurut dia, lebih dari separuh penduduk Indonesia itu hidup dalam keadaan susah dan memerlukan bantuan. Nah, dengan bergabung diperusahaan ini, berarti dia juga akan lebih memiliki ruang untuk membantu orang yang kesulitan.

Kini, baik dia dan perusahaannya tengah berupaya memberikan edukasi mengenai gizi kepada masyarakat luas. Karena yang dibutuhkan anak-anak Indonesia adalah gizi yang baik, saat ini bukan menjadi rahasia umum lagi kalau mal nutrisi di Indonesia masih besar dan perlu solusi yang menjawab nutrisi yang baik dan terjangkau. Nah, melalui PT Sarihusada lah produk-produk seperti itu tercipta. “Industri susu kini persaingan semakin ketat, ada susu segmen premium, super premium, dan AB, Sarihusada sendiri bermain ke kelas menegah dengan harga terjangkau,” kata dia.

Meski demikian, dia tak setuju jika ada kalangan yang menganggap susu murah itu tidaklah baik. Sebab, seperti yang dilakukan perusahaannya, nutrisi yang hendak diberikan sesuai dengan ketentuan yang mengacu pada syarat-syarat nutrisi yang ditetapkan. Disitu telah diatur, susu itu kandungannya apa saja, di situ harus memenuhi kebutuhan sesuai usia. “Tak hanya itu, semua harus disetujui BPPOM, dan produk kita sudah melewati semua itu,” jawab dia.

Bukan Sosok Manja

Astrid bukanlah tipe wanita yang manja. Sebab, dia bukan berasal dari keluarga berada, sehingga tidak ada waktu untuk bermanja-manja dengan orangtuanya. Akibatnya, sebagian masa sekolahnya dimanfaatkan untuk turut membantu keuangan orangtua dengan bekerja memberikan ilmunya kepada orang lain.

“Saat itu saya mengajar Matematika, Kimia, Fisika ke anak-anak SD dan SMP, dari situ hasilnya cukup lumayan. Saya jadi bisa membantu meringankan beban orang tua membiayai sekolah. itu membuat saya tak pernah ada waktu untuk bermanja-manja dengan orang tua,” tegas dia.

Meski demikian, bukan berarti dia menjadi keras kala mendidik anak-anaknya. Astrid adalah sosok yang demokratis bagi anak-anaknya. Dia selalu membiasakan anak-anaknya untuk menyelesaikan masalah mereka masing-masing.

“Kalau mereka lagi ribut (anak-anak) saya minta mereka untuk saling bicara dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Saya tidak mau memihak, saya ingin mereka bicara bukan untuk meminta pembelaan dari saya,” jawab dengan hobi baca dan traveling itu.

Menjalankan prinsip tersebut dikatakan Astrid tidaklah sulit, sebab anak-anaknya juga dapat menerima sistem pembelajaran yang ia berikan. Justru, yang lebih sulit, kata Astrid, dia harus mempunyai supporting sistym yang baik untuk membantu karir dan keluarganya. Akibatnya, tak perlu heran jika dia adalah sosok ibu yang sangat selektif memilih penjaga anak.

Sebab, dia tak hanya menuntut penjaga anak untuk sekedar menjaga anaknya, tetapi juga untuk membantu menghubungkan anak dan sekolah. Maka dari itu penjaga anaknya selalu diajarkan untuk dapat berkomunikasi dengan pihak sekolah, membuka email dan lain sebagianya. “Sehingga kalau saya sedang sibuk dengan pekerjaan, urusan sekolah anak tetap terjaga dengan baik,” sebut ibu beranak dua itu.

Related posts