Bisnis Refill Tinta Printer Ikut Dapat Berkah - Terkait Perkembangan Komputer

Komputer kini bukanlah lagi barang mewah. Apalagi sejak memasuki era komunikasi, kebutuhan data dan informasi semakin tinggi. Bahkan, hampir setiap apa yang berhubungan dengan komputer, termasuk tinta pada printer komputer juga terus berevolusi.

Para pemilik komputer biasanya membutuhkan printer (pencetak) untuk mencetak hasil kerjanya. Dari subulah muncul sebuah ide peluanga bisnis tinta pencetak, khususnya usaha penjual refill tinta printer. Di Indonesia bisnis refill mulai berkembang sekitar 1997 silam.

Saat itu krisis ekonomi melanda beberapa negara, termasuk Indonesia, dengan melonjaknya nilai dolar pada rupiah yang sangat tinggi. Berbagai harga barang import meroket tajam, termasuk pada jenis tinta printer (cartridge). Sejak itulah bisnis refill tumbuh sebagai solusi memenuhi tingginya kebutuhan tinta printer di Indonesia.

Tak hanya itu, karena harganya lebih murah, tinta refill pun dari tahun ke tahun terus mendapat tempat dari pengguna komputer. Karenanya jangan heran, jika kini Anda akan banyak menemui penggunaan tinta refill di beberapa perkantoran di Indonesia.

Kini, usaha refill tinta telah berkembang menjadi sebuah industri bisnis yang sangat menggiurkan. Beberapa fenomena di kota besar, umumnya muncul sejumlah merk refill tinta, persaingan antar merk pun kian ketat. Meski cenderung memunculkan persaingan yang kurang sehat, namun potensi usaha refill tinta masih tetap menjanjikan.

Menurut harga pasar refill saat ini, untuk sekali mengisi ulang cartridge tinta hitam seharga lebih kurang Rp40,000, sedangkan untuk tinta colour (warna) dapat mencapai Rp50.000 hingga Rp 60.000. Nah coba bandingkan harga catridge original, harga Rp150.000-Rp250.000 harus Anda rogoh dari kocek Anda.

Padahal bagi pebisnis usaha refill, ongkos yang dikeluarkan untuk sekali refill warna hitam hanya sekitar kurang lebih Rp5,000, sedangkan untuk refill warna hanya Rp7,000. Dapat dibayangkan, keuntungan yang dapat Anda raih dalam bisnis ini.

Memulai bisnis refill nyatanya tidak membutuhkan investasi yang besar. Bila Anda ingin segera membuka usaha ini dan menggunakan mesin dan peralatan modern, tentu saja investasi yang harus Anda siapkan cukup besar.

Untuk lebih menyederhanakan usaha yang baru Anda rintis, Anda dapat memulainya dengan cara refill tinta manual. Yaitu dengan peralatan sederhana yang banyak di jual dipasaran. Selain murah, metode ini dapat menjadi cara menjajaki pangsa pasar yang akan Anda raih, sebelum terjun dengan investasi yang lebih besar, sehingga resiko kerugian pun dapat diminimalkan.

Saat Anda mulai menjajaki bisnis refill tinta secara manual, Anda dapat juga mengkolaborasi beberapa jenis usaha lain yang masih terkait dengan core bisnis Anda. Misalnya membuka bisnis jasa komputer lainnya seperti servis komputer, rental komputer, pengetikan, print, burning, cetak foto, dan lainnya. Menarik bukan bisnis refill tinta printer?

Related posts