Aksi Ambil Untung Masih Mengusik Laju IHSG

NERACA

Jakarta – Laju Indeks harga saham gabungan (IHSG) mulai terusik dengan adanya aksi ambil untung sehingga banyak diprediksi akan mengalami pelemahan setelah tren kenaikan jangka pendek-menengah mulai ditabrak. Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada menilai kondisi ini telah terlihat dalam beberapa hari terakhir dan laju perdagangan kemarin masih menunjukkan pola tersebut, dimana mengalami variatif sepanjang sesi perdagangan.

Selain itu, laju nilai tukar Rupiah juga masih menunjukkan pelemahan setelah tren kenaikannya yang terpatahkan,”Adanya dorongan beli jelang akhir perdagangan membuat IHSG akhirnya mampu kembali mendarat dilandasan hijau”, ujarnya dalam keterangan tertulis (30/10).

Melihat kondisi tersebut, dia memprediksi pada perdagangan Kamis (31/10) IHSG akan berada pada support 4.536-4.564 dan resistance 4.582-4.590. dia menambahkan, laju IHSG akan banyak bergerak di kisaran target support.“Namun, diperkirakan masih dapat bertahan di atas target support terendahnya karena adanya penguatan memang memberikan harapan akan kelanjutan kenaikan meski belum kembali masuk dalam tren kenaikan jangka pendeknya.”, ujarnya.

Trust Securities juga memberi beberapa pertimbangan saham-saham yaitu LPKR Spt1100-1150 Rst1220-1240|Stochastic masih bertahan upreversal|Trd buy selama up1160, BBCA Spt10300-10550 Rst10850-10950|White marubozu mencoba rebound|Trd buy selama up10600, MNCN Spt2525-2600 Rst2675-2700|Lower white marubozu|Trd buy selama up2600 , CPIN Spt3850-3900 Rst3975-4025|Hammer. RSI mencoba rebound|Trd buy selama up3925 .

Saham-saham lainnya adalah BBNI 4725-4875|Trading buy selama up4800 , LPCK 6425-6750|Trd buy selama up6450 , ISAT4425-4675|Trd buy selama up4600 , CTRA 1050-1130|Trd buy selama up1070 , SMGR 14150-14500|Trd buy selama up14250 .

Sepanjang perdagangan Rabu kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4579,42 diawal sesi pertama dan menyentuh level terendah 4541,76 jelang preclosing dan berakhir di level 4574,88. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Sementara investor domestik mencatatkan nett buy”,ujar dia.

Selain itu, laju bursa saham Asia kompak mengalami kenaikan seiring dengan rilis beberapa kinerja keuangan emiten yang dapat melampaui estimasi a.l Datang International Power Generation Co., Gree Electric Appliances Inc., dan China Petroleum & Chemical Corp.

Sementara, beredarnya kabar bahwa langkah pemerintah Cina yang akan mempertimbangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi akan dibahas dalam pertemuan Partai Komunis Cina memberikan sentimen positif”, jelas dia.

Dia menambahkan, aksi wait and see yang terjadi di pasar valas membuat laju dolar AS masih menunjukkan kekuatannya, sehingga rupiah kembali melanjutkan pelemahan. Di sisi lain, melemahnya rilis beberapa data ekonomi di Asia ikut ambil andil dalam memperlambat laju rupiah. Sehingga, rupiah berada di bawah target support Rp11.055 (Rp11090-11085 kurs tengah BI).

IHSG pada perdagangan Rabu menguat 0,2% atau 12,1 poin menjadi 4.574,87. Investor asing mengalami net sell Rp171,1 miliar. Volume perdagangan mencapai 4,3 miliar saham atau senilai Rp4,9 triliun. Sebanyak 154 saham menguat, 107 saham melemah dan 102 saham stagnan. IHSG level tertinggi berada diposisi 4.579,41 dan level terendah 4.541,76. (nurul)

BERITA TERKAIT

Sentimen Negatif Rupiah Tekan Laju IHSG

NERACA Jakarta- Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/4), ditutup melemah sebesar 78,51 poin seiring…

Pasar Keuangan Global Masih Akomodatif

    NERACA   Jakarta - Kondisi pasar keuangan global saat ini bagi Indonesia masih akomodatif di tengah peningkatan harga…

Laba Astra Internasional Terkoreksi 2% - Bisnis Otomotif Masih Lesu

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih di sebesar Rp 4,98 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dampak Pelemahan Rupiah - Asing Sesuaikan Investasinya di Bursa

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai nilai tukar rupiah yang cenderung mengalami pelemahan menjadi salah satu faktor…

WIKA Bagikan Dividen Rp 26,8 Per Saham

NERACA Jakarta - Hasil keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyepakati untuk membagikan…

Trimegah Sekuritas Rilis MTN Rp 250 Miliar

Memanfaatkan pertumbuhan positif pasar obligasi di dalam negeri, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) berencana menerbitkan surat utang medium term…