IHSG Berharap Sentimen Positif Bursa Global

Kamis, 31/10/2013

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu sore ditutup menguat 12,108 poin (0,27%) ke level 4.574,878. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 2,993 poin (0,39%) ke level 769,081. Penguatan bursa regional menjadi sentimen positif terhadap indeks BEI. Padahal sepanjang perdagangan saham, indeks BEI berada di zona merah sebelum akhirnya ditutup menguat.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, penguatan indeks BEI berkat sentimen positif bursa global,”Bursa saham Asia termasuk indeks BEI menguat seiring dengan penguatan saham-saham global akibat adanya spekulasi the Fed akan menunda pengurangan program pembelian obligasi 85 miliar dolar AS per bulan hingga Maret 2014," kata dia di Jakarta, Rabu (30/10).

Dia mengemukakan bahwa pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) selama dua hari akan menghasilkan sentimen yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Dimana Federal Reserve dijadwalkan akan merilis hasil rapat pada Kamis. Sementara untuk perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, IHSG diproyeksikan akan bergerak menguat seiring berlanjutnya sentimen positif bursa global.

Perdagangan kemarin, penguatan terhadap indeks BEI disumbang oleh penguatan saham-saham di sektor industri dasar dan manufaktur. Aksi borong saham jelang penutupan perdaganan di saham-saham ini yang memutar balik arah indeks jadi positif. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 122.921 kali pada volume 4,378 miliar lembar saham senilai Rp 4,999 triliun. Sebanyak 154 saham naik, sisanya 107 saham turun, dan 102 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia melaju semakin kencang hingga akhir perdagangan, lantaran dipicu oleh rekor Wall Street. Bursa saham Hong Kong melaju paling kencang dengan naik lebih dari dua persen. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 950 ke Rp 21.000, United Tractor (UNTR) 700 ke Rp 18.300, Lion Metal (LION) naik Rp 650 ke Rp 14.400, dan Mandom (TCID) naik Rp 400 ke Rp 10.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 19.600, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 31.250, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 550 ke Rp 67.350, dan Matahari (LPPF) turun Rp 450 ke Rp 12.500.

Sebaliknya, IHSG pada sesi pertama turun tipis 4,203 poin (0,09%) ke level 4.558,567. Sementara Indeks LQ45 menipis 1,438 poin (0,19%) ke level 764,650. Tidak semua investor lakukan aksi ambil untung, masih ada beberapa yang berburu saham-saham berbasis agrikultur. Sayangnya meski indeks agrikultur naik lebih dari dua persen, IHSG masih gagal masuk ke teritori positif.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 59.199 kali pada volume 2,358 miliar lembar saham senilai Rp 2,319 triliun. Sebanyak 123 saham naik, sisanya 90 saham turun, dan 107 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih kompak menguat sejak. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 650 ke Rp 14.400, SMART (SMAR) naik Rp 500 ke Rp 6.800, Indocement (INTP) naik Rp 400 ke Rp 20.450, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 4.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 30.100, Matahari (LPPF) turun Rp 550 ke Rp 12.400, Indofood (INDF) turun Rp 400 ke Rp 6.900, dan Inti Bangun (IBST) turun Rp 350 ke Rp 6.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 3,12 poin atau 0,04% menjadi 4.567,27 didorong oleh bursa regional yang mayoritas mengalami penguatan, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,64 poin (0,21%) ke level 767,59,”Membaiknya bursa regional mendorong indeks BEI menguat, setelah tertekan pada perdagangan kemarin," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Dia menambahkan, masih ada tren kenaikan bagi indeks BEI menyusul ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS (the Fed) masih menjalankan kebijakan stimulus moneternya,”Pertemuan petinggi the Fed pada 29--30 Oktober ini diperkirakan masih mempertahankan kebijakan untuk melakukan pembelian obligasi pemerintah sebesar US$ 85 miliar per bulan," katanya.

Dia mengemukakan bahwa pemodal berspekulasi bahwa besaran stimulus bulanan ini masih akan dipertahankan setidaknya hingga bulan Maret 2014 mendatang. Dari dalam negeri, lanjut dia, pelaku pasar akan menyiasati publikasi laporan keuangan kuartal III 2013, pelaku pasar diharapkan melakukan pembelian selektif terhadap saham bekinerja solid tahun ini, seperti saham sektor kontruksi bangunan, properti dan perbankan bisa menjadi pilihan.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 242,61 poin (1,06%) ke level 22.089,15, indeks Nikkei-225 naik 137,27 poin (0,96%) ke level 14.465,16, dan Straits Times menguat 4,93 poin (0,16%) ke posisi 3.213,84. (bani)