Bank Mandiri Raih Dana DPK Rp 514,2 Triliun

Kamis, 31/10/2013

​NERACA

Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan dana pihak ketiga di kuartal ketiga tahun 2013 sebesar Rp 514,2 triliun. Perolehan tersebuut meningkat sekitar 16,1% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp430,9 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dari total perolehan DPK tersebut, perolehan dana murah seperti giro dan tabungan tercatat sebesar Rp330,7 triliun, atau tumbuh sekitar 21,8% dari September tahun lalu yang sebesar Rp271,6 triliun. “DPK ini diharapkan bisa memperkuat posisi perseroan untuk mempertahankan kinerjanya dengan baik, peningkatan DPK ini karena kepercayaan masyarakat kepada Bank Mandiri yang semakin tinggi,”ujarnya di Jakarta, Rabu (30/10).

Sebagai upaya untuk mengumpulkan perolehan dana masyarakat, menurut Budi, perseroan akan melakukan peningkatan kenyamanan transaksi dan juga mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun layanan perbankan lainnya. Lebih lanjut, Budi mengatakan, hingga September tahun ini, perseroan telah melakukan penambahan 176 unit kantor cabang dalam negeri sehingga jumlah kantor cabang sebanyak 1.909 unit, termasuk cabang MMU, dari 1,733 unit pada tahun lalu.

Penambahan 988 unit ATM sehingga menjadi 11.454 unit, menambah Electronic Data Capture (EDC) sebanyak 65.865 unit sehingga menjadi 209.249 unit, dan menambah jaringan bisnis mikro menjadi 2.346 unit. Budi mengharapkan, dengan penambahan jaringan ini bisa memperkuat bisnis perseroan. “Kita juga terus mengembangkan pelayanan, termasuk memberikan pelayanan perbankan yang unik dan unggul,” kata dia.

Selain itu, Bank Mandiri juga mencetak laba bersih sebesar Rp12,803 triliun, atau meningkat sebesar 15,1% dibanding periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp11,119 triliun. Menurut Budi, pertumbuhan tersebut sudah sejalan dengan aktifnya perseroan dalam menyalurkan kredit.

Dengan perolehan laba ini, Budi menjelaskan total aset perusahaan naik sebesar 19%, menjadi Rp700,1 triliun pada triwulan III tahun ini. “Kenaikan aset ini didukung oleh konsistensi dalam pengembangan bisnis perseroan dengan tetap memperhatikan kualitas aktiva produktif sehingga mampu menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) netto tetap rendah, yaitu 0,53%,” kata dia.

Kemudian untuk pertumbuhan kredit terjadi di seluruh segmen bisnis, terutama pada sektor mikro, kecil dan menengah. “Hingga September 2013, kredit ke segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tumbuh 21,8% menjadi Rp61,6 triliun,” imbuh dia.

Khusus pada segmen mikro, terjadi peningkatan penyaluran kredit sebesar 48,6% dari Rp16,8 triliun di triwulan ketiga 2012 menjadi Rp24,9 triliun pada September 2013. Sejalan dengan pertumbuhan kredit tersebut, jumlah nasabah kredit mikro juga bertambah dari 789.003 menjadi lebih dari 885.969 nasabah.

Untuk mengembangkan sektor UMKM, Bank Mandiri juga menyalurkan pembiayaan ke sektor ini dengan skema penjaminan pemerintah, antara kain Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Pengembangan Energi Nabati & Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP), Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) dan Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS). Total penyaluran Kredit dengan skema khusus tersebut mencapai Rp 16,09triliun hingga September 2013, dengan penyaluran terbesar dialokasikan pada KUR yaitu sebesar Rp 12,6 triliun, kepada lebih dari 250 ribu nasabah. (sylke)