Pegawai Pajak Diminta Lebih Profesional

NERACA

Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementrian Keuangan (Kemenkeu) menghimbau para pegawai pajak dan bea cukai untuk memberi pelayanan prima. Hal itu ditekankan untuk menjaga penerimaan perpajakan negara tahun 2014 dengan target Rp1.280,4 trilun. Untuk itu sangat diharuskan para pegawai bekerja dengan profesioanal."Di sisi perpajakan serta kepabeanan dan cukai, ciptakan pelayanan yang prima, tidak ada kata kompromi terhadap stakeholder yang nakal, tunjukkan keprofesionalan kita dalam bekerja," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri pada peringatan Hari Oeang di kantornya, Rabu (30/10).

Untuk itu Chatib meminta para pegawai agar bersikap responsif terhadap masayarakat. Serta menunjukan transparansi dan akuntabilitas dalam membangun sistem reformasi birokrasi. Dengan begitu para pegawai juga akan terlihat memiliki hasil kerja yang berkualitas dan berintegritas.“Saya juga mengharapkan ada formula kebijakan yang mudah dipahami dan berpihak pada rakyat. Serta selalu adanya review peraturan yang sudah tidak sesuai dengan keadaan serta kondisi terkini di lapangan. Hal ini semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat,” tutur Chatib.

Lanjut, Chatib juga menilai adanya keperluan peningkatan kapasitas pegawai di lingkungan Kemenkeu untuk mencapai hal tersebut. Peningkatan kapasitas itu harus meliputi beberapa hal seperi pola pikir yang maju, sifat kritis dan kecerdasan memberi saran bagi masyarakat tentang informasi keuangan."Kita juga harus bisa menciptakan pribadi-pribadi yang mampu bersaing. Tidak hanya di lingkup nasional. Tapi juga di dunia internasional," tambah Chatib.

Kata Chatib, dengan peningkatan kapasitas kepribadian pegawai maka celah yang memungkinkan untuk terjadi penyelewengan juga dapat diminimalisir. “Dengan keperibadian yang profesional maka celah untuk berbuat korupsi, kolusi dan nepotisme akan tertutup. Sehingga penerimaan perpajakan juga dapat mendekati target yang telah ditetapkan.”jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Seksi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak Chandra Budi mengaku realisasi penerimaan pajak hingga awal Oktober 2013 ini sudah mencapai Rp654 triliun. Angka itu menunjukan realisasi sebanyak 66% dari target penerimaan pajak yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2013 yaitu sebesar Rp 995 triliun.“Tren pertumbuhan penerimaan pajak sebulan terakhir ini menunjukkan peningkatan. Kalau pertumbuhan pajak minggu kedua September 2013 baru mencapai 6%. Maka pada akhir September terus naik hingga menembus 9,25%,” tutur Chandra.

Lanjut, Chandra menjelaskan kesulitan menghimpun penerimaan pajak selama ini karena minimnya kesadaran masrakat untuk bayar pajak. Meski begitu ia mengaku pihaknya akan tetap menjaga target penerimaan yang sudah ditetapkan. Strateginya dengan terus mensosialikasikan kepada masyarakat pentingnya bayar pajak."Memang waktu yang tersisa hingga akhir tahun tinggal dua bulan lagi. Tapi jika kami terus bekerja keras dalam menjalankan program maka target penerimaan pajak akan tercapai. Kami juga yakin target itu akan tercapai," ujar Chandra. (lulus)

BERITA TERKAIT

Wuling Sebut Suku Cadangnya Lebih Murah 20% dari Kompetitor

PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) mengklaim harga suku cadang produk mereka lebih murah 20 persen dibandingkan dengan rata-rata harga…

Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri - Menaklukan Soal Matematika

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…

Dilema Utang vs Pajak

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca Ketika melihat data keseimbangan primer atau kemampuan pemerintah membayar utang di dalam…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

Luhut Sebut Ada Kesempatan Tingkatkan Peringkat Investasi

  NERACA Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan adanya peluang peningkatan peringkat layak investasi (investment grade)…

Mesin Taiwan Mampu Hemat 30%

  NERACA Cikarang - Taiwan mulai fokus untuk memproduksi mesin mesin dengan teknologi tinggi namun dengan harga yang cukup rendah,…