Produksi Keramik Arwana Capai 51 Juta M2 - Pabrik di Sumsel Beroperasi

NERACA

Jakarta – Perusahaan keramik, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) menyatakan telah mengoperasikan pabrik Arwana Plant IV yang berlokasi di Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) pada September 2013. Saat ini, pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 8 juta m2/tahun, “Pembangunan Plant IV membutuhkan dana investasi sekitar Rp200 miliar,” kata Corporate Secreatry PT Arwana Citramulia Tbk, Rudy Sujanto di Jakarta, Rabu (30/10).

Dia melanjutkan, dengan tambahan produksi dari pabrik Plant IV ini, maka total produksi Arwana menjadi 51 juta m2 pada tahun 2013. Menurut Rudy, Plant IV ini mulai dibangun pertengahan tahun 2012 di atas lahan kurang lebih 12,5 hektar (ha). Plant tersebut memiliki beberapa kelebihan, yaitu menggunakan tehnologi terkini dalam dunia keramik, satu-satunya pabrik keramik yang berlokasi di Sumsel, mempunyai layout yang efisien dan hampir 90% menggunakan tenaga kerja lokal.

Di lingkungan Plant IV telah dilakukan penghijauan, dengan menanam lebih dari 25.000 pohon di atas hampir 50% lahan pabrik. “Penghijauan telah dilakukan sebelum dimulainya pembangunan fisik bangunan pabrik,” ucap dia.

Sebagai informasi, perseroan juga berhasil mencatatkan dua rekor MURI dalam industri keramik dengan lokasi pabrik terbanyak. Selain itu, rekor juga dicatat sebagai industri keramik pertama yang mendapatkan sertifikat industri hijau dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Kata Rudy Sujanto, pertumbuhan kebutuhan keramik Indonesia diperkirakan sebesar 15% pertahun. Perseroan telah mengantisipasi dengan investasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas produksi,”Perseroan telah mengantisipasi dengan pembangunan pabrik Plant IV dan memilik kapasitas produksi saat ini 8 juta m2,”jelasnya.

Kemudian seiring dengan mulai beroperasinya pabrik baru, perseroan memprediksi mampu mencetak pertumbuhan laba bersih tahunan rata-rata sebesar 25%-30% dalam dua tahun mendatang. Arwana merupakan produsen keramik yang menyasar pangsa pasar kelas menengah ke bawah. Perseroan mengoperasikan tiga pabrik terletak di Jawa Barat dan Jawa Timur dengan total kapasitas produksi sebanyak 41 juta meter persegi per tahun.

RHB OSK Securities memperkirakan kenaikan pendapatan Arwana tahun ini menjadi Rp 1,11 triliun dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 923 miliar. Sedangkan pendapatan tahun depan diprediksi naik menjadi Rp 1,45 triliun. Sedangkan laba bersih tahun 2013 diproyeksikan melonjak dari Rp 95 menjadi Rp 156 miliar dan meningkat lagi menjadi Rp 285 miliar pada 2014.

Analis RHB OSK Securities Indonesia Andrey Wijaya pernah bilang, Arwana juga berpotensi membukukan ROE sekitar 40% dalam dua tahun mendatang. “Lonjakan laba akan didukung peningkatan volume penjualan, seiring dengan rencana pengoperasian pabrik baru di Palembang,” jelas Andrey. (bani)

BERITA TERKAIT

Adaro Energy Bagikan Dividen US$ 250 Juta

NERACA Jakarta - Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memutuskan untuk membagikan dividen…

Kapitalisasi Pasar di BEI Capai Rp 7 Triliun - IHSG Sepekan Tumbuh 1,07%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 16 hingga…

Baramulti Suksessarana Bagi Dividen US$ 42 Juta

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan kinerja keuangan yang positif dengan pertumbuhan pendapatan 61,79% dari US$ 242,6 juta menjadi US$ 392,57…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Bangun Kampung Investor di Bengkulu

Dalam rangka memasyarakatkan pasar modal atau mendorong minat masyarakat berinvestasi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana membangun…

Laba Bersih Acset Indonusa Tumbuh 27,14%

Di kuartal pertama 2018, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatat kenaikan laba bersih 27,14% menjadai Rp 38,92 miliar dibandingkan priode…

BEI Targetkan 2000 Investor di Sulawesi Utara

Sepanjang tahun ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara (Sulut) menargetkan sebanyak 2.000 investor.”Kami cukup optimis target investor ini…