IR. AKHMAD SYARBINI :Direktur PT. Jaring Inti Nusantara - Memberikan Manfaat Untuk Banyak Orang

NERACA

Jika perbuatan Anda selalu memberikan manfaat bagi orang lain berarti hidup Anda telah sukses. Semakin banyak manfaat yang Anda berikan kepada orang lain berarti semakin sukses Anda.

Sebaliknya, ketika Anda berbuat hanya untuk kepentingan diri sendiri berarti Anda telah gagal dalam hidup. Semakin banyak perbuatan yang Anda lakukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, bahkan orang lain merasa dirugikan atau merasakan keburukan dari perbuatan Anda, maka semakin gagal hidup Anda. Sebuah ungkapan yang terefleksikan pada sosok pria kelahiran Tanjung Karang, 30 November 1966, IR. Akhmad Syarbini, Direktur Utama PT. Jaring Inti Nusantara.

“Memberikan manfaat untuk orang lain dalam dunia usaha itu sangat penting, dan tujuan saya dalam menjalankan dunia bisnis,” tuturnya saat di temui di kantornya di bilangan Kebayoran, Jakarta Selatan pekan ini.

Dia sadar dalam dunia usaha tidak selamanya di atas angin. Strategi yang dilakukan pria berkumis tipis ini adalah menjalin hubungan baik dengan teman kerja sangat penting untuk mempertahankan dunia usaha yang dijalani saat ini yaitu general trading, properti, dan agribisnis.

Menyadari peluang usaha dari agribisnis cukup besar karena menyangkut kebutuhan primer banyak orang, ia mulai menjalankan bisnis potong ayam. “Saya bukan pertenak ayam namun saya membeli ayam kepada peternak, lalu saya potong dan dijual kembali,” tuturnya pria yang baru mempunyai anak satu ini.

Ia mengatakan dalam dunia usaha kita harus pintar-pintar memilih usaha apa yang sedang bagus dan menguntungkan. Seperti saat ini kondisi perekonomian di Indonesia sedang mengalami naik turun, kita harus jeli melihat peluang usaha di depan mata kita.

Menurutnya keberadaan dirinya di Kadin membawa keuntungan buat dunia usaha yang dijalani saat ini, terutama untuk menjalin kerja sama dengan para Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK). “Ada kepercayaan untuk menjalin kerjasama dengan para pelaku usaha lain, ini sangat membantu saya untuk meningkatkan usaha saya,” tutur Akmad Syarbini, yang menjabat Ketua Kadin Jakarta Selatan.

Dunia usaha dalam dirinya sudah melekat semenjak masa-masa kuliah, berawal bisnis sablon baju ketika kuliah, membawa dirinya menyukai dunia bisnis sampai saat ini, tutur Akhmad salah satu alumnus ITB, 1994, Teknik Geodesi FTSP.

Walaupun tidak ada darah sebagai pembisnis dalam keluarganya, namun dia sangat lihai dan paham dalam dunia bisnis. ”Pintar memilih peluang bisnis yang sangat bagus untuk ke depannya, jangan hanya sekadar melihat keuntungan yang diperoleh tetapi bagaimana untuk ke depannya,” tutur Abi nama akrab disapa oleh teman-temannya.

Peluang dan Prestasi

Dia berharap mampu meningkatkan kinerja dan prestasi Kadin Jaksel agar bermanfaat nyata bagi perekonomian Jaksel, khususnya dan secara nasional pada umumnya. Syarbini mengungkapkan, pemerintah tahun ini menaikkan target realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi Rp 36 triliun dari target sebelumnya, yaitu Rp30 triliun. Bagi Abi, hal itu merupakan peluang bagi para pengusaha kecil dan menengah untuk mengembangkan usahanya.

Tujuan dari Program KUR adalah memberdayakan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK) dapat menciptakan lapangan kerja untuk penanggulangan kemiskinan. Kebijakan itu diperlukan untuk menopang sektor riil yang langsung terkait dengan berbagaikegiatan ekonomi. Program itu diharapkan melibatkan kelompok usaha kecil dan menengah dan dapat meningkatkan akses pada sumber pembiayaan untuk mengembangkan kewirausahaan.

Ia berharap KUR ini tak berhenti pada kredit saja, tetapi dapat mewujudkan tujuan mulia untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan ekonomi masyarakat Jaksel. Dan sekaligus mensukseskan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang pro rakyat.

Akhmad mengatakan, naiknya anggaranuntuk KUR agar dimanfaatkan dengan baik para pelaku usaha, khususnya pengusaha UKM dalam membantu masyarakat kelompok menengah ke bawah melalui optimalisasi KUR. Menurutnya, hal itu juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat kota, khususnya Jaksel. “Semakin tinggi daya beli masyarakat dan semakin tinggi nilai IPM point menunjukkan keberhasilan atau tingkat kemajuan kota Jakarta Selatan,” tukasnya.

Related posts