Gerakkan Kader PKK Atasi Osteoporosis

NERACA

Masih rendahnya pengetahuan wanita Indonesia tentang masalah rekomendasi kalsium harian. Ini bisa dilihat sebanyak 53% perempuan Indonesia tidak mengkonsumsi produk olahan susu yang kaya kalsium (susu, yogurt, dan keju) setiap hari. Hal itu membuat dua dari lima orang Indonesia berisiko terkena osteoporosis

"Fakta tersebut menunjukkan bahwa perempuan Indonesia masih belum memiliki pengetahuan dan gaya hidup yang bisa contoh anggota keluarga. Oleh karenanya, kampanye ini fokus kepada edukasi dan pemberdayaan perempuan sebagai penggerak pencegahan osteoporosis, yang diimplementasikan dalam program pemberdayaan dengan kader PKK DKI Jakarta," jelas Vienno.

Pelatihan terhadap kader PKK DKI Jakarta ini bertujuan untuk mengedukasi para kader PKK sehingga dapat meneruskan edukasi tersebut ke masyarakat secara langsung. Pelatihan dilaksanakan dalam 2 hari.

Dia pun mengatakan perlu ada himbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai atas bahayanya osteoporosis sehingga masyarakat bisa hidup sehat. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan cara pendidikan atau edukasi tentang osteoporosis dan mengkonsumsi kalsium yang tinggi.

"Sudah 11 tahun, kami melakukan program edukasi ini dan ibu-ibu PKK menjadi ujung tombak dalam pencegahan dan mensosialisasikan osteoporosis," ujar dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Veronica Basuki T Purnama mengatakan PKK DKI Jakarta, dengan Ketua Pembina yaitu Gubernur Provinsi DKI Jakarta, menjadikan kesehatan sebagai salah satu program pokok PKK. Dalam kegiatannya, setiap orang mempunyai tugas kewajiban dan bertanggung jawab untuk memelihara kesehatan diri sendiri, keluarga dan lingkungannya.

"Oleh karena itu, kader-kader PKK yang sebagian besar perempuan, bergerak melakukan edukasi ke keluarga melalui ibu-ibu di lingkungan sekitar, mulai dari tingkat RT hingga kecamatan," imbuh dia.

Mereka pun membentuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Posyandu Lansia agar lebih menjangkau masyarakat dan memudahkan akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan.

Veronica juga menegaskan perlu adanya dorongan kepada tingkat kelurahan untuk membudayakan hidup sehat osteoporosis kepada masyarakat. Tingkat kelurahan harus bergerak dan kader-kader PKK lebih mengetahui seluk beluk masyarakat untuk edukasi program ini.

Dia juga menghimbau dalam pelatihan ini jangan hanya pada saat ini saja, melainkan harus dijalankan seterusnya atau di kemudian hari. Oleh karenanya, perlunya adanya evaluasi dan monitoring atas program pelatihan ini sehingga terus berjalan untuk kedepannya. "Jangan hanya berlangsung dalam dua hari pelatihan ini saja tapi butuh tindak lanjut untuk pelaksanaannya di kemudian harinya," kata Veronica.

Related posts