Minat IPO Diyakini Terus Meningkat - Seiring Kebutuhan Dana Besar

NERACA

Jakarta –Meskipun ditahun politik PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya mematok target konservatif penawaran saham perdana sebanyak 30 emiten atau sama dibandingkan tahun lalu, tetapi ada keyakinan kedepan jumlah perusahaan yang tercatat di pasar modal akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan dana ekspansi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan, jumlah perusahaan tercatat akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan dana untuk melakukan ekspansi,”Perusahaan yang masuk ke pasar modal akan terus bertambah seiring kebutuhan pendanaan dalam mengembangkan usaha," ujarnya di Jakarta, Selasa (29/10).

Dia mengemukakan, saat ini dalam "pipeline" BEI sebanyak delapan perusahaan sedang dalam proses pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO)."Tahun ini, BEI menargetkan 30 perusahaan melakukan IPO, sepanjang 2013 sebanyak 26 perusahaan telah mencatatkan sahamnya di Bursa, ditambah perusahaan yang ada di dalam 'pipeline' maka diharapkan target BEI tercapai," katanya.

Hoesen menambahkan saat ini total perusahaan tercatat di Bursa sebanyak 480 perusahaan dengan nilai kapitalisasi sebesar Rp4.512,714 triliun. Selain itu, Hoesen juga menegaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan perusahaan kecil untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO),”Perusahaan kecil tidak masalah, yang penting ketika sudah masuk Bursa dan mendapat dana dari masyarakat perusahaan bisa menjadi lebih besar dan baik,”jelasnya.

Dia menuturkan, saham yang dicatatkan di BEI dibagi atas dua papan pencatatan yakni papan utama dan papan pengembangan dimana penempatannya didasari pada pemenuhan persyaratan pencatatan awal pada masing-masing papan pencatatan.

Dijelaskan, papan utama ditujukan untuk perusahaan tercatat yang berskala besar, khususnya dalam hal nilai aktiva berwujud bersih (net tangible assets) yang sekurang-kurangnya Rp100 miliar. Sementara di papan pengembangan dimaksudkan untuk perusahaan-perusahaan yang belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan di papan utama, termasuk perusahaan yang prospektif namun belum membukukan keuntungan.

Hoesen mengharapkan bahwa emiten dapat terus membukukan kinerja yang positif sehingga meningkatkan kontribusi pasar modal terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia,”Rasio terhadap PDB di negara maju di atas 100%. Artinya ekonomi dikendalikan oleh korporasi," kata dia.

Terkait pencatatan saham PT Arita Prima Indonesia Tbk, Hoesen mengharapkan bahwa perseroan dapat menjadi lebih baik dan besar setelah mendapatkan dana dari masyarakat."Yang penting ketika sudah masuk pasar modal dan mendapatkan dana masyarakat perusahaan bisa menjadi lebih besar," paparnya.

Sementara Direktur Keuangan Arita Prima Indonesia Hery Susanto mengatakan bahwa saham perusahaan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 21,6 kali, hal itu membuktikan bahwa saham APII diminati investor.

Hery Susanto mengemukakan bahwa dana hasil IPO sebesar 75% atau sekitar Rp45,37 miliar akan digunakan untuk tambahan modal kerja, seperti penambahan persediaan produk dan kantor cabang."Sisanya untuk pembayaran sebagian utang bank jangka pendek yang jatuh tempo,”jelasnya. (bani)

Related posts