Frisian Flag Datangkan Peternak Sapi Perah dari Belanda

Tingkatkan Produksi Susu Nasional

Rabu, 30/10/2013

NERACA

Jakarta – Sejalan dengan tujuan dari pemerintah, PT Frisian Flag Indonesia, selaku perusahaan berbasis susuu yang telah mempelopori program pemberdayaan peternakan rakyat/peternak sapi perah lokal secara konsisten dan berkelanjutan. Maka dari itu Frisian Flag melaksanakan program 'Farmer 2 Farmer'.

“Program Farmer 2 Farmer ini merupakan program sharing ilmu pengetahuan antara peternak sapi perah Belanda dengan para peternak yang berasal dari Indonesia,” kata Akhmad Sawaldi, DP & Project FDOV Management, saat melakukan kunjungan di Peternakan Sapi Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Selasa (29/10).

Tujuan Frisian Flag mendatangkan peternak sapi dari Belanda, karena disini nantinya peternak lokal dapat belajar dari peternak Belanda bagaimana beternak sapi lebih baik. Sehingga produksi susu sapinya dapat lebih meningkat, dan secara kulitas bisa lebih baik. “Kami datangkan langsung peternak sapi dari Belanda ada 4 orang yang akan berbagi ilmu dengan peternak lokal,” imbuhnya.

Sejauh ini kendala terbesar dari peternak sapi lokal adalah karena minimnya pemahaman beternak sapi yang sebenarnya. Banyak peternak yang tidak memperhatikan secara detail. Seperti pakan, kebersihan bahkan sampai desain kandang. “Para peternak dari belanda sangat profesional, mereka sangat detail dalam beternak, wajar saja hasilnya lebih bagus,” ujarnya.

Dari data yang ada 95% produksi susu nasional berasal dari Pulau Jawa, dan produksi sapi di Indonesia untuk satu sapinya hanya 12 liter per-hari, sedangkan sapi dari belanda bisa menghasilkan 30 liter susu per-hari. Disamping itu masa produktifitas sapi Indonesia hanya bertahan 10 tahun saja, sedangkan sapi belanda bisa 25 samapi 30 tahun. “Produksi dan produktifitas sapi Indonesia kalah jauh dengan Belanda, makanya kami undang peternak belanda untuk berbagi ilmunya dengan para peternak Belanda,” terangnya.

Adapun populasi sapi pada tahun 2013 ini menurun, mengingat tingginya harga daging sapi belakangan, membuat para peternak lebih memilih menjual sapinya. Padahal jika tidak dijual hasilnya lebih besar mengingat harga susu sapi masih relatif tinggi. “Harapannya dengan adanya program seperti ini memberikan spirit para peternak, sehingga produksi lebih meningkat, kualitas bisa lebih baik.

Sedangkan tempat yang akan mendapatkan kunjungan terbagi atas area peternakan sapi perah yang akan dikunjungi selama tahun 2013 antara lain :Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPSBU), Lembang, Jawa Barat, Jampang Farm, Jawa Barat, Sumber Alam Jaya, Pondok Ranggon Jakarta Timur, Pesat, Purwokerto, Jawa Tengah, Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS), Pangalengan, Jawa Barat.

Dana Segar 10 Juta Euro

Selain program Farmer 2 Farmer , sebelumnya perusahaan, FrieslandCampina melalui PT Frisian Flag Indonesia (FFI) meluncurkan sebuah program kemitraan peternak sapi perah yang berkelanjutan dan fasilitas keamanan pangan. dan Program ini terwujud melalui kemitraan antara FFI, Pemerintah Belanda, Pemerintah Indonesia, Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang dan Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan.

Program Kemitraan Peternak Sapi Perah yang berkelanjutan ini dilaksanakan dalam kurun waktu 2013 hingga 2017 dengan total dana sebesar 10 juta Euro (setara dengan Rp 130 Milyar) yang berasal dari bantuan Pemerintah Belanda sebesar 4 juta Euro (setara dengan Rp 52 Milyar) dan dari FFI dan Koperasi sebesar 6 juta Euro (setara dengan Rp 78 Milyar). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lebih dari 10.000 peternak sapi perah di Pangalengan dan Lembang.

Adapun landasan dari Program ini berdasar pada tiga pilar utama, yaitu : “Less & Better” yaitu peningkatan kualitas melalui optimalisasi rantai penerimaan susu dan perbaikan Milk Collection Point (MCP) atau tempat pengumpulan susu dari para peternak yang dikombinasikan dengan peningkatan kemampuan manajemen , “Simple & Effective” yaitu peningkatan pengetahuan kualitas dan kuantitas susu kepada peternak dan karyawan koperasi melalui pelatihan, pendidikan dan praktek di lapangan “Sustainable Welfare” yaitu peningkatan produktivitas usaha peternakan sapi perah yan berkelanjutan, melalui pelaksanaan konsep “desa susu percontohan” .

Diketahui bahwa populasi sapi perah kita sebanyak 597.213 ekor dengan rata-rata produksi 11,51 liter/ekor/hari dengan produksi susu dalam negeri baru mencapai 775,78 ton (20%). Sementara kebutuhan dalam negeri sebanyak 3.946,46 ton, sehingga untuk menutupi kebutuhan tersebut 70% kebutuhan susu sapi impor sari luar. “Sesuai dengan program pemerintah, Frisian Flag Indonesia ikut serta dalam swasembada susu sapi yang ditagetkan pada tahun 2020 nanti,” pungkasnya.