Semen Indonesia Raup Laba Rp 3,9 Triliun

Rabu, 30/10/2013

NERACA

Jakarta – Hingga kuartal tiga 2013, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat perolehan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,9 triliun atau tumbuh 15,04% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,39 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (29/10).

Disebutkan, peningkatan perolehan laba perseroan ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 27,31% menjadi Rp17,39 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp13,66 triliun. Naiknya pendapatan dibarengi dengan naiknya beban pokok pendapatan sebesar Rp2,29 triliun atau setara 31,5% menjadi Rp9,55 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,26 triliun.

Di samping itu, beban operasi meningkat menjadi Rp2,74 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,13 triliun, yang dikontribusi dari meningkatnya beban penjualan menjadi Rp1,59 triliun dari Rp1,21 triliun serta beban umum dan administrasi menjadi Rp1,21 triliun dari Rp979,1 miliar.

Sementara itu, tota aset perseroan tercatat sebesar Rp27,77 triliun pada akhir September tahun ini, meningkat dibanding posisi akhir tahun lalu senilai Rp26,58 triliun, dengan total utang mencapai Rp7,96 triliun atau menurun dibanding Desember 2012 senilai Rp8,41 triliun.

Asal tahu saja, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang merupakan holding dari Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa dan Thang Long Cement Vietnam menargetkan penjualan sebanyak 26 juta ton dan market share sebesar 35% untuk wilayah Kalimantan Barat.

Kepala Departemen Pengembangan Pemasaran Semen Indonesia, Rudi Hartono pernah bilang, penyaluran Semen Indonesia di Kalbar mencapai sebesar 10 hingga 15 ribu ton semen per bulan dengan market share sebesar 31% saat ini. Kebutuhan semen di Kalbar sendiri sekitar 45 ribu ton per bulan.“Dibanding tahun lalu market share kita meningkat dari 21 persen menjadi 31 persen. Kedepan kita akan kembangkan menjadi sebesar 35 persen. Kita juga mendapat support dari distributor dan agent,” ujarnya

Rudi memaparkan, sejak Januari hingga September 2013 pasar semen di Kalimantan berkembang menggembirakan, yaitu mencapai 3,15 juta ton atau meningkat sebesar 7,1% dibanding periode yang sama tahun 2012 sebesar 2,94 juta ton.

Pertumbuhan penjualan semen di Kalimantan tercatat lebih tinggi di banding pertumbuhan semen di beberapa daerah. Di antaranya Sumatera tercatat tumbuh 1,0%, Sulawesi 3,3%, Maluku dan Irian Jaya tumbuh minus 1,5%. Dengan begitu Semen Indonesia masih memimpin pasar semen dalam negeri dengan penguasaan pasar sebesar 43,8%, hingga September 2013 penjualan domestik naik 14,3% menjadi 18,23 juta ton, mengungguli pertumbuhan penjualan pasar domestik sebesar 5,3%. (bani)