KSEI Siapkan Dana Rp 17,66 Miliar

Kembangkan Sistem C-BEST

Rabu, 30/10/2013

NERACA

Jakarta – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menargetkan pengembangan dan pengkajian peningkatan kualitas layanan jasa, partisipasi dan kontribusi pengembangan pasar modal serta pengembangan sistem utama KSEI pada 2014 mendatang. Terkait rencana pengembangan sistem yang diberi nama C-BEST Next Generation (C-BEST Next-G) ini, KSEI menyiapkan anggaran sebesar Rp17,66 miliar dan ditargetkan selesai pada tahun 2015.

Menurut Direktur Utama KSEI Heri Sunaryadi, sistem C-BEST Next-G perlu dikembangkan untuk menjawab tantangan atas kemajuan teknologi yang pesat dan meningkatnya jumlah transaksi di pasar modal Indonesia.“Saat ini KSEI menggunakan sistem utama yang telah berusia lebih dari 10 tahun”, ujar dia dalam siaran pers KSEI yang diterima Neraca, Selasa (29/10).

Dia menambahkan, pengembangan C-BEST Next-G sejalan dengan pengembangan sistem perdagangan yang telah terlebih dahulu dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu JATS Next-G. Peningkatan kapasitas transaksi yang dapat ditangani oleh sistem JATS Next-G perlu diimbangi juga dengan sistem penyelesaian transaksi dengan kapasitas lebih besar dan unjuk kerja yang lebih baik.

Sehingga, dengan sistem baru ini akan memiliki kemampuan memroses penyelesaian transaksi akan yang dapat ditingkatkan, dari 3.000 penyelesaian transaksi per menit saat ini, nantinya dapat mencapai 20.000 penyelesaian transaksi per menit.

Selain pembaruan teknologi, dalam rencana kerja 2014, KSEI juga mencanangkan beberapa program untuk meningkatkan layanan jasa pasar modal serta meningkatkan efisiensi bagi pelaku pasar. Salah satunya yaitu penggunaan rekening di sistem Bank Indonesia RTGS (BI-RGTS) untuk mendukung penyelesaian transaksi akan mulai diterapkan pada semester pertama 2014, dimulai dari Bank Kustodian.

“Penggunaan rekening KSEI di BI-RTGS merupakan bagian dari rekomendasi IOSCO (International Organization of Securities Commissions) yang juga sudah menjadi arahan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penerapan secara bertahap bagi Bank Kustodian ini kita jadikan semacam persiapan sebelum nantinya pada tahun 2015 diterapkan menyeluruh untuk semua Pemegang Rekening KSEI”, jelas Direktur KSEI Sulistyo Budi.

Terkait fasilitas yang disediakan bagi investor yaitu Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas), KSEI telah menjajaki kerjasama dengan beberapa bank yang menjadi administrator Rekening Dana Nasabah untuk melakukan co-branding Fasilitas AKSes dengan kartu ATM bank. Kerja sama ini diharapkan dapat lebih mengoptimalkan pemanfaatan Fasilitas AKSes oleh investor guna memonitor portofolio investasinya, melengkapi fasilitas yang telah tersedia melalui aplikasi website dan aplikasi AKSes Mobile.

Selain itu, sebagai pihak yang secara terpusat menyimpan database investor pasar modal serta mengeluarkan nomor Identitas Tunggal Pemodal atau Single Investor Identification (SID), KSEI juga akan melakukan perluasan cakupan pengembangan SID bagi investor Reksa Dana. Investor pemegang saham fisik juga ditargetkan untuk dapat memperoleh SID dan dikonsolidasikan dengan database investor di KSEI.

Berdasarkan data yang ada di KSEI saat ini, tercatat sekitar 300.000 investor pemilik efek scripless yang telah memiliki SID. Dengan integrasi data investor pemilik unit peyertaan Reksa Dana dan pemegang Efek non-scripless diharapkan secara terkonsolidasi dapat diketahui secara menyeluruh data investor yang ada di pasar modal Indonesia. KSEI juga memperoleh sertifikasi ISO 27001 mengenai manajemen keamanan sistem informasi, melengkapi ISO 9001 yang sudah diperoleh sebelumnya. Dengan meraih sertifikat ini, KSEI menyatakan telah menunjukkan komitmennya untuk dapat menjalankan fungsinya sebagai Kustodian Sentral dengan prosedur layanan yang dijalankan sesuai standar yang diakui secara internasional. (nurul)