Beban Kewajiban Gudang Garam Naik 31% - Beli Bahan Baku dan Mesin

NERACA

Jakarta – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan peningkatan total kewajiban perseroan sebanyak 31% akibat pembelian bahan baku dan aset mesin. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (29/10).

Selain itu, perseroan juga mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp3,28 triliun atau naik 7,89% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp3,04 triliun hingga kuartal ketiga 2013. Disebutkan, naiknya laba didukung naiknya pendapatan perseroan sebesar 12,42% menjadi Rp40,02 triliun dari posisi kuartal ketiga 2012 sebesar Rp35,6 triliun.

Kenaikan pendapatan diiringi dengan bertambahnya biaya pokok penjualan menjadi Rp32,09 triliun dari Rp28,9 triliun. Direktur PT Gudang Garam Tbk Herry Susianto mengatakan, ada perubahan kenaikan total kewajiban sebesar 31% pada laporan per 30 September 2013 dibandingkan periode yang sama dan hal ini disebabkan adanya kenaikan pinjaman jangka pendek yang digunakan untuk pembelian bahan baku yaitu cengkeh dan tembakau.

Selain itu, perseroan juga membeli aset mesin. Oleh karena itu pula, beban usaha perseroan meningkat menjadi Rp3,11 triliun dari Rp2,34 triliun, sedangkan beban lainnya berhasil ditekan menjadi Rp4,95 miliar dari Rp8,73 miliar. Namun, perseroan mengalami rugi kurs yang meningkat menjadi Rp13,75 miliar dari Rp12,13 miliar dari periode sebelumnya.

Sementara itu, laba bruto pada akhir bulan lalu yang dibukukan perusahaan rokok ini mencapai Rp7,93 triliun, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp6,7 triliun. Namun, pendapatan lainnya menurun tipis menjadi Rp45,03 miliar dari Rp46,36 miliar. Meskipun mengalami penurunan pada pendapatan lain-lain, laba usaha perseroan tercatat naik dari Rp4,39 triliun pada akhir September 2012 menjadi Rp4,84 triliun pada akhir September tahun ini.

Pada periode tersebut, laba per saham tercatat naik menjadi Rp1.682 dibanding periode yang sama tahun lalu Rp1.562 per saham. Total aset perseroan per kuartal ketiga 2013 mencapai Rp47,77 triliun, meningkat dibanding akhir tahun lalu sebesar Rp41,51 triliun, dengan total utang akhir September 2013 senilai Rp19,46 triliun atau menurun dibanding Desember 2012 sebesar Rp14,9 triliun.

Sebelumnya, perseroan meluncurkan produk baru yaitu GG Mild demi memperkokoh eksistensinya di segmen rokok mild. Menurut Head of Light Mild Group Brand PT Gudang Garam Tbk Ruby Hermanto, perseroan meluncurkan GG Mild karena mempertimbangkan segmen rokok mild yang merupakan segmen rokok paling banyak diminati dengan pertumbuhan pasar sebesar 11,2% sepanjang 2012.“Produk GG Mild merupakan produk nasional Gudang Garam yang sengaja diluncurkan di Sumatera sebagai tanda penghargaan kami kepada masyarakat Sumatera yang telah puluhan tahun menjadi konsumen setia Gudang Garam”, paparnya. (nurul)

BERITA TERKAIT

Usaha Kecil - Petani Garam Rakyat Fokus Intensifikasi untuk Dorong Produksi

NERACA Jakarta – Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI) akan fokus melakukan upaya intensifikasi untuk mendorong produksi garam rakyat yang…

Pemkab Serang Siapkan 22 Hektare Pengembangan Garam

Pemkab Serang Siapkan 22 Hektare Pengembangan Garam   NERACA Serang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang segera mempersiapkan lahan seluas 22 hektare…

OJK Jalin Kerjasama dengan Kemendagri dan PPATK - Cegah dan Berantas Pencucian Uang

  NERACA   Jakarta - Guna mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang di Industri Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…