Kemendagri Desak DOB Dipersiapkan dengan Matang

NERACA

Jakarta - Kementerian Dalam Negeri meminta pembahasan usulan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) harus dilakukan dengan persiapan yang benar-benar matang sehingga tujuan pembentukan daerah baru tersebut tercapai sesuai dengan perintah undang-undang. "Kalau pemekaran dilakukan tanpa persiapan baik, tanpa memnuhi persyaratan yang ditentukan, maka akan banyak negatifnya daripada positif," kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Djohermansyah Djohan di Jakarta, Selasa (29/10).

Jika usulan pembentukan DOB tidak sesuai persyaratan, maka pemekaran daerah hanya menjadi alat bagi elit politik di daerah untuk tujuan tertentu. "Yang sudah-sudah kejadian malah elit yang menikmati, elit-elit itu mereka yang akan menduduki kursi pejabat-pejabat di birokrasi daerah," jelas Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu.

Tujuan sesungguhnya pemekaran daerah, yang untuk mencapai kesejahteraan masyarakat lokal serta mempercepat pembangunan daerah, menjadi terkesampingkan. "Apa benar pemekaran itu bisa langsung terjadi perbaikan kesejahteraan masyarakat, perbaikan peningkatan pelayanan publik dan perbaikan pemerintahan," tambahnya.

Menurut dia, mayoritas pembentukan DOB dijadikan ajang perebutan kursi kekuasaan lokal, seperti anggota DPRD setempat, pejabat pemda, kepala dinas birokrasi daerah. Selain itu ada pula pihak ketiga yang menikmati hasil pembentukan DOB, yaitu pihak swasta yang turut memberikan sponsor untuk membangun beragam infrastruktur daerah, seperti bangunan kantor, bangunan sekolah, jembatan, dan jalan.

Untuk mengurangi konflik kepentingan pembentukan DOB tersebut, maka Pemerintah melakukan moratorium hingga menunggu selesainya pembahasan perubahan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. "Kita tunggu sampai selesai pembahasan perubahan UU itu, yang juga tidak hanya mengatur pemekaran tetapi juga penghapusan dan penggabungan daerah pemekaran," tukasnya. [ardi/ant]

BERITA TERKAIT

Pemerintah Ingin Selaraskan Program Sejuta Rumah Dengan Milenial

Pemerintah Ingin Selaraskan Program Sejuta Rumah Dengan Milenial NERACA Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)…

DIBANDINGKAN DENGAN VIETNAM - RI Belum Optimal Manfaatkan Perang Dagang

Jakarta – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai pemerintah belum optimal memanfaatkan perang…

Sequis Luncurkan Produk Asuransi dengan Perlindungan Hingga Rp90 miliar

    NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sequis Life meluncurkan produk asuransi kesehatan dengan perlindungan hingga Rp 90…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kantar Rilis 10 Merek Yang Dipilih Konsumen

  NERACA   Jakarta - Perusahaan data, wawasan, dan konsultasi terkemuka di dunia, Kantar merilis studi tahunan untuk mengukur merek…

Waspada, Kemarau Tahun Ini Diprediksi Lebih Kering

  NERACA   Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan dengan tahun…

Kemendesa Gelar Festival Pranata Adat dan Forum Perdamaian di Situbondo

NERACA Situbondo – Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Aisyah…