Laba Bersih Konsolidasi Tidak Diaudit CIMB Niaga Rp3,21 Triliun

Per 30 September 2013

Rabu, 30/10/2013

NERACA

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (tidak diaudit) sebesar Rp3,21 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2013, meningkat sebesar 4% dari periode yang sama tahun 2012 yang mencapai Rp3,10 triliun. Perolehan laba bersih ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp127,80, lebih besar dari angka tahun sebelumnya yang sebesar Rp123,42.

Kenaikan laba bersih tersebut disebabkan oleh peningkatan pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp7,51 triliun dan peningkatan pendapatan non-bunga sebesar Rp2,55 triliun, keduanya tumbuh sebesar 5% dari pencapaian pada periode yang sama tahun lalu, serta pertumbuhan yang melambat atas biaya provisi yang hanya tumbuh 2% (year-on-year/YoY). CIMB Niaga tetap mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dengan total aset sebesar Rp218,22 triliun, tumbuh 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp190,62 triliun.

Arwin Rasyid, Direktur Utama CIMB Niaga, mengatakan di tengah kondisi pasar yang tidak stabil, tekanan likuiditas, serta meningkatnya persaingan dalam memperebutkan dana murah (Current Account and Savings Account), CIMB Niaga telah melakukan penyeimbangan kembali atas portofolionya untuk memperoleh kualitas aset yang lebih baik.

"Kami juga senantiasa memperhatikan dengan seksama dampak dari pertumbuhan kredit dan dana nasabah terhadap margin bunga bersih agar tetap terjaga di tingkat yang baik," ujarnya di Jakarta, Selasa (29/10). Hingga akhir September 2013, CIMB Niaga telah menyalurkan kredit sebesar Rp155,54 triliun, tumbuh 12% YoY.

Dari total penyaluran kredit, Perbankan Konsumer memberikan kontribusi terbesar senilai Rp47,97 triliun (31%), menyusul Perbankan Korporasi sebesar Rp42,54 triliun (27%), Perbankan Komersial sebesar Rp34,69 triliun (22%) dan Perbankan Mikro Kecil Menengah (SMME/Small Medium Micro Enterprise) sebesar Rp30,34 triliun (20%).

SMME merupakan direktorat yang khusus dibentuk di kuartal ketiga 2013 untuk fokus kepada bisnis mikro, kecil dan menengah, yang juga mendukung inisiatif pemerintah Indonesia dalam meningkatkan pemberdayaan komunitas bisnis lokal.

Dari semua segmen kredit, High End Commercial mencatat pertumbuhan sebesar 23% YoY menjadi Rp34,69 triliun, Mikro Laju tumbuh 22% YoY menjadi Rp2,38 triliun, dan Commercial Linkage tumbuh 19% YoY menjadi Rp8,72 triliun. Dari sisi Konsumer, Personal Loans mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 80% YoY menjadi Rp1,53 triliun, kredit perumahan tumbuh 13% YoY menjadi Rp22,54 triliun, sementara kredit automotif tumbuh 10% YoY menjadi Rp18,70 triliun per 30 September 2013.

Gross non-performing loan (NPL) CIMB Niaga turun 8 basis point (bps) menjadi 2,33%, dan impaired loans ratio juga turun 4 bps menjadi 2,80% dari periode yang sama tahun lalu.

Dengan keragaman produk simpanan yang kompetitif, termasuk program loyalitas yang baru diluncurkan “Poin X-tra”, CIMB Niaga berhasil meningkatkan pertumbuhan dana pihak ketiganya (DPK) sebesar 12% YoY menjadi Rp163,02 triliun, dengan Giro (Current Account) dan Simpanan (Savings Account)/CASA tumbuh 19% YoY dan 11% YoY menjadi masing-masing Rp35,57 triliun dan Rp36,20 triliun.

Deposito tumbuh 9% YoY menjadi Rp91,25 triliun, sehingga menjadikan jumlah CASA sebesar 44,03% dari total DPK CIMB Niaga per 30 September 2013, tumbuh 128 bps dari posisi yang sama tahun lalu 42,75%. Dari sisi perbankan syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (“CIMB Niaga Syariah”) melaporkan pertumbuhan laba bersih sebesar 42% YoY menjadi Rp132,09 miliar per 30 September 2013, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp92,97 miliar.

Total aset tumbuh 24% YoY menjadi Rp9,47 triliun didukung oleh pembiayaan yang tumbuh 16% YoY menjadi Rp7,17 triliun, dan dana pihak ketiga yang tumbuh 33% YoY menjadi sebesar Rp7,26 triliun.

Optimalkan Branchless Banking

Arwin menambahkan, CIMB Niaga mendukung penuh inisiatif bank sentral untuk terus memasyarakatkan produk dan layanan perbankan ke seluruh lapisan masyarakat. Turut berperan aktif dalam program financial literacy, CIMB Niaga telah meluncurkan dua inovasi terbaru dalam layanan perbankannya, yaitu Rekening Ponsel (layanan perbankan berbasis ponsel) dan Digital Lounge.

Sejak diluncurkan Maret 2013, pengguna Rekening Ponsel terus menunjukkan peningkatan yang telah mencapai 174 ribu pengguna hingga akhir September 2013. Rekening Ponsel memungkinkan penggunanya untuk melakukan beragam transaksi perbankan, kapan pun dan di mana pun, hanya dengan menggunakan nomor ponsel. Dari mulai transfer dana ke seluruh nomor ponsel di Indonesia, pengiriman uang ke rekening CIMB Niaga ataupun rekening lain anggota ATM Bersama, pembayaran tagihan, dan pembelian pulsa ponsel pra bayar.

Adapun fitur terbaru dari Rekening Ponsel adalah pembelian/pembayaran di toko-toko tertentu (merchant) yang memiliki mesin Electronic Data Capture (EDC) CIMB Niaga. Untuk tahap awal, transaksi pembelian/pembayaran melalui Rekening Ponsel bisa dilakukan di empat merchant, yaitu Cineplex XXI, 7 Eleven, J.CO Donuts & Coffee, dan BreadTalk.

Inovasi terakhir CIMB Niaga adalah “Digital Lounge” yang diperkenalkan ke masyarakat akhir April lalu. Per 30 September 2013, jumlahnya telah mencapai 13 unit yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya. Dilengkapi teknologi terkini, setiap “Digital Lounge” menyediakan sejumlah fasilitas dan layanan perbankan yang lengkap, dari mesin ATM model terbaru, mesin setor tunai, hingga layanan transaksi video banking dengan layar sentuh besar yang menampilkan video banking agent/petugas bank secara live yang membantu nasabah dalam melakukan transaksi perbankannya.

“Kami ingin menjadi bank yang terdepan untuk layanan branchless banking. Salah satu strateginya adalah dengan terus mengembangkan solusi-solusi yang inovatif kepada nasabah, yang akan mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi perbankan, dan menjadikan kami partner perbankan mereka,” kata Arwin.

Selain “Rekening Ponsel” dan “Digital Lounge”, CIMB Niaga juga menyediakan produk dan layanan perbankan melalui jalur distribusi elektronik lainnya, seperti CIMB Clicks (internet banking), Go Mobile (mobile banking), Phone Banking 14041, Preferred Phone Banking 500 800, Self Service Terminal (SST), Cash Deposit Machine (CDM), dan ATM. [rin]