BTN Tegaskan Pengadaan ATM Sesuai GCG

Rabu, 30/10/2013

NERACA

Jakarta - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk, Maryono, mengatakan proses pengadaan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) sudah sesuai dengan aturan tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG), menanggapi isu dugaan suap oleh produsen mesin ATM asal Amerika Serikat, Diebold Inc.

Maryono menegaskan pihaknya telah menjelaskan terkait hal tersebut kepada Bank Indonesia dan siap untuk memberikan penjelasan kepada pihak manapun yang memintanya. "Prosesnya (pengadaan mesin ATM) dilakukan secara terbuka dengan mengundang perusahaan lainnya. Bukan hanya Diebold saja yang menjadi perusahaan penyedia jasa ATM di BTN ," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, pihaknya harus tetap menjaga kualitas agar pelayanan dapat diberikan menjadi lebih baik dengan efisiensi biaya bagi proses perseroan. Efisiensi tersebut didapatkan dari proses lelang terbuka. Oleh karena itu, lanjut Maryono, pihaknya tetap mewaspadai hal-hal seperti itu yang tidak sesuai dengan taat azas dan melanggar aturan sehingga tidak GCG dan akan diberikan sanksi tegas.

"Tidak ada toleransi bagi siapa saja yang melanggar aturan GCG di Bank BTN," tegas Maryono.

Sebelumnya, dalam keterangan resmi Departemen Kehakiman AS, Lembaga anti-korupsi dan monopoli AS Securities and Exchange Commission (SEC) menyatakan anak usaha Diebold di China dan Indonesia menghabiskan sekitar 1,8 juta dolar AS untuk perjalanan, hiburan, dan hadiah lainnya yang tidak pantas untuk pejabat senior dari bank, sehingga ditengarai dapat memengaruhi keputusan pembelian.

Untuk melancarkan proyek di China, dana yang dihabiskan untuk menyuap pejabat bank milik pemerintah di sana sekitar US$1,6 juta, sedangkan untuk menyuap pejabat bank pelat merah di Indonesia dana yang dikeluarkan sebesar US$147 ribu.

Pejabat bank milik pemerintah di China dan Indonesia diberikan perjalanan gratis ke tujuan wisata populer di AS dan Eropa, dan pengeluaran Diebold itu dicatat dalam pembukuan dan catatan perusahaan sebagai biaya pelatihan yang sah. SEC juga menyatakan usaha Diebold di China juga meyediakan hadiah bagi puluhan pejabat bank dengan uang tunai senilai kurang dari US$100 hingga di atas US$600. [ardi]