Pembiayaan BII Syariah Naik Rp3 Triliun

NERACA

Jakarta - Pembiayaan PT Bank Internasional Indonesia Tbk Syariah meningkat menjadi Rp3 triliun per September 2013 dari Rp1,1 triliun per September 2012. "Hal ini memberikan kontribusi sebesar 3,2% dari total kredit Bank dari hanya 1,4% pada September 2012," kata Direktur utama BII, Thila Nadason, melalui keterangan tertulis di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, laba bersih perbankan syariah BII juga tumbuh dari Rp18,4 miliar pada September 2012 menjadi Rp157,1 miliar pada September 2013. Thila menuturkan bahwa faktor-faktor yang mendukung kinerja bank selama sembilan bulan, yakni peningkatan pendapatan bunga bersih (NII), perbaikan NPL gross, penurunan beban provisi serta peningkatan pendapatan dari fee.

Peningkatan pendapatan bunga bersih (NII) BII sebesar 10% menjadi Rp4,3 triliun per September 2013 dari Rp3,9 triliun per September 2012. "Ini sebagai akibat dari pertumbuhan kredit serta perbaikan kualitas aset," tambahnya.

Thila menyebutkan, persaingan ketat antar-bank yang memberi tekanan pada marjin bunga bersih (NIM) perbankan telah menyebabkan penurunan tipis pada NIM BII menjadi 5,37% per September 2013 dibandingkan 5,88% pada 2012.

Dia mengatakan kualitas aset masih terjaga baik yang tercermin dari perbaikan NPL gross mencapai 1,74% per 30 September 2013 dari 2,08% per 30 September 2012. Lebih lanjut Thila menuturkan, NPL net naik tipis menjadi 1,02% dari 0,87%, impaired loan gross stabil pada level 2,2% sementara impaired loan net terjaga pada level 1,5%.

"Penurunan tajam dari beban provisi sebesar 33% mencapai Rp582 miliar per 30 September 2013 dibandingkan Rp868 miliar tahun sebelumnya, meskipun kredit tercatat tumbuh 21% sebagai hasil dari kualitas portofolio yang lebih baik dan manajement recovery," tukas Thila. Sementara peningkatan pendapatan dari fee sebesar 19% dari Rp1,4 triliun menjadi Rp1,7 triliun terutama disebabkan oleh pendapatan dari surat berharga. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Mandiri Bayar BP Jamsostek Debitur KUR Senilai Rp5 Miliar

  NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait penyediaan asuransi perlindungan bagi debitur…

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Lakukan Penyesuaian Operasional

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga di industri jasa keuangan untuk melakukan penyesuaian operasional…

Asuransi Generali Buka Kantor Agen di Jambi

  NERACA Jakarta - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia meresmikan kantor keagenan baru di Kota Jambi dengan nama AG- Jambi All Star yang…