Bangun 20 Pabrik, Arita Prima Kuras Rp 500 Miliar

Rabu, 30/10/2013

NERACA

Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Arita Prima Indonesia Tbk (APII) langsung gencar melakukan aksi korporasinya. Salah satunya, perseroan berencana membangun 20 pabrik logam di wilayah Purwakarta, Jawa Barat. Rencananya, 20 pabrik tersebut akan dibangun diatas lahan seluas 20 hektar.

Direktur Utama PT Arita Prima Indonesia Tbk Low Ye Lean mengatakan, nilai investasi untuk pembangunan satu pabrik logam sekitar Rp 30 miliar, “Perseroan akan segera merealisasikan pabrik baru pada akhir tahun 2014,”ujarnya di Jakarta, Selasa (29/10).

Menurutnya, perseroan akan menyelesaikan pembangunan pabrik logam dalam kurun waktu 5-6 tahun mendatang. Dana pembangunan pabrik tersebut didapat dari internal dan ada juga dari luar, “Saat ini kami tengah fokus mempersiapkan lahan. Pasalnya, perizinan pembebasan lahan di Indonesia cukup rumit. Jadi untuk tahun ini persiapan lahan. Izin di Indonesia perlu proses. Kita mengharapkan dukungan pemerintah dengan memberi kemudahan izin", kata dia.

Perseroan merupakan bagian dari kelompok usaha Unimech Group Sdn. Bhd Malaysia yang memproduksi valve, fitting, dan produk terkait lainnya. Saat ini perseroan punya 23 cabang dan 5 sales representative office yang tersebar di seluruh Indonesia dan 8 gudang sentral. Nantinya, pabrik-pabrik ini akan menjadi pabrik pertama perseroan di Indonesia. Karena sebelumnya pabrik berada di Malaysia dan China. Selain itu, perseroan juga akan menggandeng investor dari luar negeri untuk pengembangan bisnisnya ini.

Dia menyebutkan hingga saat ini sudah ada 11 negara yang ikut andil dalam pengembangan bisnis perseroan. Dengan adanya pabrik baru tersebut, akan menyerap banyak tenaga kerja. Menurut dia untuk satu pabrik akan membutuhkan sekitar 100-200 tenaga kerja."Produk kita banyak jenisnya dan kita mau memperluas produk kita. Sekarang kita sudah memiliki networking di 11 negara. Dengan adanya pabrik ini, kita berharap Indonesia bisa ekspor. Karena sampai hari ini Indonesia kebanyakan masih impor. Hingga kini perseroan menguasai pangsa pasar mencapai 20% dari pasar yang ada”, ungkapnnya.

Debut di Bursa

Sementara itu, pada pencatatan saham perdana (listing) perseroan di Bursa Efek indonesia (BEI) pada Selasa (29/10), sahamnya naik 13,64% dari harga yang ditetapkan perseroan yaitu Rp220 menjadi Rp290 per saham. Saham perseroan sempat berada dilevel terendah Rp250 dan tertinggi Rp290. Volume transaksi sebesar 5,49 kali dengan nilai Rp616,74 miliar."Kami yakin bisnis kami akan terus tumbuh positifdengan meningkatnya permintaan valve, fitting, dan produk terkait. Selain itu, bisnis kami juga didukung oleh pertumbuhan bisnis perkebunan, pertambangan, dan migas. Selain itu, selama 13 tahun beroperasi, perseroan telah melayani berbagai permintaan dari berbagai aneka industri", jelas dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Lautandhana Securindo Wientoro Prasetyo menyebutkan bahwa selama masa penawaran umum (offering period) sejak 21 hingga 23 Oktober 2013, saham perseroan mengalami kelebihan permintaan mencapai 21,6 kali dari total. Jumlah saham penjatahan terpusat yang ditawarkan."Ini membuktikan bahwa saham APII diminati oleh investor", ujarnya.

Perseroan melepas saham ke publik sebanyak 275 juta saham atau setara 25,58% dari total modal disetor setelah Penawaran Umum. Dengan dana yang diperoleh perseroan mencapai Rp60,5 miliar. Sekitar 75% dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk tambahan modal kerja, salah satunya untuk pembelian persediaan segmen industri yang baru dikembangkan perseroan. Sisanya, akan digunakan untuk membayar utang bank jangka pendek. Perseroan menunjuk PT Lautandhana Securindo sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter).

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen menyebutkan bahwa emiten ini menjadi emiten ke 480 secara keseluruhan dan juga ke 26 yang listing di tahun ini. Dia mengharapkan perusahaan ini menjadi perusahaan yang tercatat ke publik secara transparan sehingga para investor dapat menanamkan modalnya di pasar modal. (nurul)