BI: Kenaikan Upah Pengaruhi Iklim Investasi

NERACA

Palembang - Gubernur Bank Indonesia Agus Dermawan Wintarto Martowardojo mengatakan kenaikan upah yang signifikan akan mempengaruhi iklim investasi di Indonesia karena biaya tenaga kerja menjadi faktor pemikat untuk menanamkan modal.

"Jika upah terlalu melonjak dan tidak memakai pola yang berjenjang, dipastikan akan memengaruhi iklim investasi dan ekspansi dunia usaha di Indonesia," kata Agus D.W. Martowardojo di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (28/10).

Usai menghadiri serah terima jabatan pimpinan Kantor Perwakilan BI Wilayah VII (Sumsel, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung), Agus meminta berbagai pihak yang berkepentingan untuk berpikir jernih dan tidak mengedepankan emosi semata.

Dia pun memahami alasan buruh menuntut kenaikan upah menjadi Rp3,7 juta per bulan mengingat terjadi kenaikan harga bahan pangan menyusul kenaikan sejumlah komponen bersubsidi pada tahun ini, yakni bahan bakar minyak dan listrik.

"Pada satu sisi kenaikan upah akan menaikkan daya beli buruh, tetapi di sisi lain jika terlalu signifikan, akan berimbas pada iklim investasi. Oleh karena itu, berbagai pihak harus saling berkoordinasi seperti Dewan Pengupahan, Pemerintah, dan para pekerja sendiri untuk mengambil langkah terbaik," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan bahwa Sumsel sendiri telah menyelesaikan sengketa penetapan UMP tahun 2013. Para buruh beberapa kali beraksi unjuk rasa menuntut kenaikan UMP sebelum akhirnya Pemerintah Provinsi Sumsel menetapkan sebesar Rp1.630.000 per bulan.

Langkah tegas pemerintah daerah yang menetapkan UMP tersebut digugat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ke Pengadilan Tata Usaha Milik Negara karena dinilai dilakukan secara sepihak tanpa mendengarkan pendapat para pengusaha.

Namun, pada 10 Juli 2013, PTUN Palembang menolak gugatan Apindo atas sengketa tentang perubahan keputusan Gubernur Sumsel Nomor 769/KPPS/Disnakertrans/2012 tentang Upah Minimum Provinsi itu. "Rencananya pada tanggal 1 November akan ditandatangani mengenai kesepakatan penetapan UMP oleh Dewan Pengupahan, pemerintah provinsi, dan perwakilan buruh," ujarnya.

Upah minimum provinsi (UMP) di Indonesia pada tahun 2013 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 18,32%. Kenaikan UMP tahun ini lebih tinggi daripada rata-rata kenaikan tahun 2012 yang hanya sebesar 10,27%. [ardi/ant]

BERITA TERKAIT

BEI Resmikan Galeri Investasi di Untan

Direktur Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Nicky Hogan meresmikan galeri investasi BEI di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan)…

Investasi Pasar Modal di Kalbar Meningkat - Catatkan 9.566 Jumlah Investor

NERACA Pontianak - Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) cabang Pontianak, Taufan Febiola mengatakan, per 31 Januari 2018 sudah…

Jokowi: Ada 42 Ribu Aturan Hambat Investasi - KEBIJAKAN DESENTRALISASI DINILAI BERMASALAH

Jakarta-Presiden Jokowi mengungkapkan, masih ada peraturan di tingkat pusat hingga daerah yang menghambat investasi, bahkan jumlahnya mencapai 42.000 aturan. Sementara…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pengendalian Harga Mencegah PLN Bangkrut Akibat Harga Batubara

      NERACA   Jakarta - Sesuai prinsip berbagi keadilan Kabinet Kerja Joko Widodo, maka pengendalian harga batubara melalui…

Kemampuan Moneter Calon Gubernur BI Harus Teruji

      NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati,…

Mendes Sebut Penyerapan Dana Desa Terus Meningkat

    NERACA   Semarang - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo menyebutkan penyerapan dana…