Aturan LTV Tak Ganggu Kredit BTN

NERACA

Jakarta - Direktur PT Bank Tabungan Negara Tbk, Maryono, menyatakan aturan rasio pinjaman terhadap nilai agunan (loan to value/LTV) yang diluncurkan oleh Bank Indonesia tidak mengganggu kredit perseroan. "Portofolio kredit BTN di atas 95% tersalur kepada 'end user' dan sebagai pemilik pertama," ujar Maryono saat jumpa pers di Jakarta, Senin (28/10).

Menurut Maryono, kebijakan LTV tersebut bertujuan positif. Kebijakan itu menjamin stabilitas harga rumah khususnya untuk masyarakat menengah ke bawah. Kebijakan tersebut, lanjutnya, juga untuk menghindari terjadinya spekulasi harga properti agar tidak terjadi 'bubble' (menggelembungnya harga).

"Secara bisnis, tidak ada masalah dengan penyaluran kredit Bank BTN," kata Maryono. Kredit BTN tumbuh 26 persen pada kuartal III 2013, dari Rp76,57 triliun pada kuartal ketiga 2012 menjadi Rp96,53 triliun. Pertumbuhan tersebut berada di atas pertumbuhan kredit nasional sebesar 22%.

Kinerja perseroan pada kuartal ketiga 2013 juga masih menunjukkan konsistensi BTN pada 'core business' dalam pembiayaan industri perumahan. Porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan share 86,12% dari total kredit yang disalurkan perseroan selama kuartal III 2013 sebesar Rp83,14 triliun.

Sedangkan sisanya yang sebesar 13,88% atau Rp13,40 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan. "Kami juga tetap akan memberikan dukungan pada program pemerintah dalam bidang perumahan melalui skim FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan). Perseroan tercatat telah memberikan kontribusi secara nasional yang cukup tinggi dengan rata-rata share di atas 95%," ujar Maryono. [ardi/sylke]

BERITA TERKAIT

Gaet Pasar Milenial - BTN Syariah Luncurkan Produk KPR Hits

NERACA Jakarta - Menyambut hari ulang tahun unit usaha syariah Bank BTN ke 14 yang jatuh 14 Februari 2019, anak…

JICT Tak Toleransi Tindakan Melanggar Hukum Karyawan

JICT Tak Toleransi Tindakan Melanggar Hukum Karyawan NERACA Jakarta - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) tidak akan pernah memberi…

Pemkot Sukabumi Menunda Bantuan Modal Bagi Pelaku Usaha di Bank BPR - Walikota: UMKM Bisa Memanfaatkan Kredit Anyelir dan Program Mesra

Pemkot Sukabumi Menunda Bantuan Modal Bagi Pelaku Usaha di Bank BPR Walikota: UMKM Bisa Memanfaatkan Kredit Anyelir dan Program Mesra…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Bantah Anggaran Bocor Rp392 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menegaskan, keberhasilan dalam mengidentifikasi pos…

Target RPJMN Bidang Infrastruktur Diyakini Tercapai

      NERACA   Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meyakini bahwa sasaran Rencana…

Indeks Kemudahan Berusaha Turun, Pemerintah Diminta Perbaiki Izin

      NERACA   Jakarta - Pemerintah diminta memberi kepastian pengurusan perizinan konstruksi gedung dan properti. Kepastian pengurusan izin…