Gubernur Tantang Bank Jateng Transparan - Seleksi Direksi

NERACA

Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menantang jajaran Bank Jateng untuk berani menggelar seleksi direksi bank milik Pemerintah Provinsi setempat secara terbuka agar berjalan objektif dan transparan.

"Selama ini ada aroma tidak sehat pada pemilihan direksi, indikatornya adalah Bank Jateng tidak pernah mengumumkan secara terbuka pada publik soal seleksi dirut, tidak ada tim seleksi, dan mekanisme seleksi juga tidak jelas," kata Ganjar di Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/10).

Ganjar juga meminta kalangan DPRD Jateng bersikap kritis dan ikut memantau proses seleksi jajaran direksi, sekaligus memanggil komisaris Bank Jateng untuk dimintai keterangan.

"Masak dari dahulu Bank Jateng tidak memantau dan membiarkan saja Bank Jateng hanya minta suntikan dari rakyat terus menerus," ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Anggota DPRD, kata Ganjar, selama ini juga membiarkan Bank Jateng dikelola secara asal sehingga perkembangannya tidak menggembirakan sehingga tertinggal oleh Bank Jatim dan Bank Jabar yang sudah meluncurkan "Initial Public Offering".

Menurut dia, pemilihan jajaran direksi Bank Jateng seperti kampanye pemilihan umum karena sudah banyak pihak yang datang ke dirinya untuk meminta dukungan.

"Bau aroma orang berebut di Bank Jateng, siapa orang dan pendukungnya itu rakyat sudah ngerti, jangan ditutup-tutupi," kata mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu.

Seperti diwartakan, sesuai saran Bank Indonesia, Pemprov Jateng selaku pemegang saham pengendali diminta segera menggelar RUPS untuk membahas penjaringan calon direksi Bank Jateng periode 2014-2017.

RUPS Bank Jateng yang digelar di kantor Bank Jateng lantai VI Jalan Pemuda Semarang diikuti oleh diikuti Gubernur Ganjar Pranowo, bupati/wali kota se-Jateng selaku pemilik saham, termasuk jajaran komisaris. [ardi/ant]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kena Dampak Covid 19, AAJI Minta Diizinkan Jual PAYDI Secara Online

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengizinkan Produk Asuransi…

Bank Mandiri Bayar BP Jamsostek Debitur KUR Senilai Rp5 Miliar

  NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait penyediaan asuransi perlindungan bagi debitur…

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Lakukan Penyesuaian Operasional

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga di industri jasa keuangan untuk melakukan penyesuaian operasional…