Jadi Karyawan Sudah Biasa, Saatnya Generasi Muda Berwirausaha

Bursa Kerja Internasional Kelautan dan Perikanan 2013

Selasa, 29/10/2013

NERACA

Jakarta – Giat mencari kerja setelah lulus dari sekolah atau bangku kuliah memang tidak salah. Keputusan tersebut sama benarnya dengan upaya serius tamatan dunia pendidikan untuk menjadi wirausahawan, kendati masih minim pengalaman bisnis. Seiring dengan semangat Sumpah Pemuda, pilihan kedua, yakni menjadi pengusaha bakal memberikan efek positif luar biasa, terutama kaitannya dengan pembukaan lapangan kerja baru, meningkatkan investasi dalam negeri, dan tentu saja ikut serta memajukan perekonomian nasional.

Konsep inilah yang melahirkan acara Bursa Kerja Internasional Kelautan Dan Perikanan yang disinergikan dengan Temu Bisnis Alumni Satuan Pendidikan Kelautan Dan Perikanan di SME Tower atau lebih dikenal SMESCO, Jakarta, pada 28-29 Oktober 2013.

Kegiatan yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil tema Mendukung Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja dan Penumbuhkembangan Enterpreneur Baru di Sektor Kelautan dan Perikanan. Pada bursa kerja yang kali ketiga ini tidak hanya memberi kesempatan para lulusan sekolah atau kampus, tetapi sekaligus mendorong mereka untuk memulai menjadi pengusaha di sektor kelautan dan perikanan.

Hal itupun ditegaskan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo. Menurut Sharif, untuk lebih memajukan perekonomian nasional, para lulusan sekolah dan kampus di bidang kelautan dan perikanan bisa berpikir lebih maju, yakni berjuang menjadi seorang pengusaha, bukan hanya sebagai pencari kerja.

“Program ini dilakukan untuk sebagi wujud percepatan dalam mengembangkan dunia kerja. Di samping itu menumbuhkan minat generasi muda untuk berwirausaha, dengan harapan ke depan lahir generasi usahawan baru,” kata Sharif kepada pers usai membuka acara tersebut, Senin (28/10).

Pandangan Menteri Sharif tersebut diamini oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) KKP, Dr. Suseno Sukoyono. Dia mengatakan, acara bursa kerja yang digelar ketiga kalinya itu tidak hanya mendorong para lulusan untuk menjadi tenaga kerja, tetapi juga mendorong lulusan untuk merintis menjadi wirausahawan baru di bidang kelautan dan perikanan. “Karenanya selain memberikan peluang kerja, terdapat pula perusahaan yang memberikan kesempatan usaha bagi para lulusan,” ujar Seno sapaan akrab Suseno Sukoyono.

Pertumbuhan Ekonomi

Baik Sharif maupun Suseno menjelaskan, secara nasional, setiap tahun KKP menyelenggarakan program pendidikan, melalui sistem pendidikan vokasi. Dengan pola didik seperti ini setiap lulusan akan siap bekerja, dan dididik mampu menjadi wirausahawan baru. “Mutu pendidikan berkualitas menjadi kunci utama dalam memajukan pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di sektor perikanan dan kelautan,” ungkap Sharif.

Secara spesifik, Suseno mengaku pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan kepada para lulusan sekolah dan kampus bidang kelautan dan perikanan. “Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah meningkatkan jumlah lowongan pekerjaan di bidang perikanan budidaya, pengolahan, industri maritim serta pengelolaan lingkungan laut, pesisir dan pulau pulau kecil,” terang Seno.

Di samping mengingatkan ketatnya persaingan di dunia kerja utamanya menjelang pelaksanaan ASEAN Economic Community (AEC) tahun 2015, Sharif juga menegaskan komitmen KKP untuk mendorong tumbuh kembangnya wirausahawan baru, dengan menyediakan informasi peluang usaha di acara tersebut.

“Berkembangnya jumlah wirausahawan akan memberikan dukungan yang besar terhadap pencapaian sasaran penerapan konsep ekonomi biru, karena keberhasilan ekonomi biru bergantung dari sejauh mana wirausahawan mampu kreatif dan inovatif menjalankan usaha atau investasi yang dimilikinya,” tandas Sharif.

Sementara itu, secara lebih rinci, Suseno memaparkan tujuan dari kegiatan bursa kerja tersebut adalah memperkuat jaringan bisnis bagi alumni pendidikan kelautan dan perikanan, memperbesar kesempatan kerja bagi alumni, dan mengembangkan pusat bimbingan bagi wirausahawan muda alumni pendidikan kelautan dan perikanan. Pada acara tersebut, turut hadir dalam temu bisnis alumni ini 84 orang pengusaha nasional perikanan alumni Akademi Usaha Perikanan, Akademi Perikanan, Sekolah Usaha Perikanan Menengah dan Sekolah Tinggi Perikanan.

Sebagai informasi, sektor kelautan dan perikanan terbukti masih bisa memberikan harapan bagi para pencari kerja. Bahkan tahun 2013 terdapat 6.350 peluang kerja yang ditawarkan, yang terdiri dari 2.945 posisi perikanan tangkap, 154 posisi untuk perikanan budidaya serta bidang pengolahan perikanan membuka lowongan 550 posisi. Adapun peluang kerja juga terbuka untuk industri maritim dan pengelolaan lingkungan laut, pesisir dan pulau-pulau kecil. Khusus pada tahun 2013, tersedia lowongan 2.701 lowongan. Jumlah tersebut terbagi dalam 5 zona, yakni zona kewirausahaan (9 pemilik usaha), zona pelaut perikanan (15 perusahaan), zona budidaya (15 perusahaan), zona pengolahan (5 perusahaan) dan zona industri maritim (10 perusahaan).