Acset Raih Pinjaman Rp 247 Miliar

Danai Belanja Modal

Selasa, 29/10/2013

NERACA

Jakarta – PT Acset Indonusa Tbk (ACST) memperoleh kredit pinjaman dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) guna meningkatkan operasional perseroan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (28/10).

Disebutkan, perseroan dan Bank Internasional Indonesia telah menandatangani perjanjian kredit pada 21 Oktober 2013. Penandatanganan tersebut berisi penambahan fasilitas PPB4 dengan plafond Rp220 miliar termasuk sublimit Bank Garansi sebesar Rp160,16 miliar dan sublimit LC/SKBDN sebesar Rp10 miliar untuk kebutuhan modal kerja (Project Financing) khusus untuk Proyek District 8 dengan Bouwheer PT Sumbercipta Gritautama.

Selain itu ada terdapat fasilitas PB5 dengan Plafond Rp19 miliar untuk keperluan Refinaning gedung kantor dan tanah milik PT Acset Indonusa TBk yang berada di Jalan Majapahit No.26 Jakarta. Serta Forex Line dengan plafond US$750.000 untuk memfasilitasi kebutuhan perseroan akan Fasilitas Forex untuk kepentingan operasional (hedging) terkait pembelian mesin dan alat berat dalam mata uang asing.“Dengan adanya fasilitas ini, perseroan dapat meningkatkan operasionalnya”, ujar Sekretaris perseroan Any Susilowati dalam keterbukaan informasi yang disampaikan.

Emiten yang bergerak di sektor konstruksi ini mencatatkan saham perdana di BEI pada 24 Juni 2013, berdasarkan laporan keuangannya, perseroan mencatatkan total liabilitas mencapai Rp536,55 miliar pada 2012. Pendapatan usaha perseroan mencapai Rp669,9 miliar dan laba sebesar Rp52,23 miliar pada tahun lalu.

Sebelumnya, Direktur Keuangan PT Acset Indonusa Tbk Agustinus Hambadi menyatakan bahwa realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan hingga September 2013 mencapai Rp66 miliar. Angka itu melebihi target capex sepanjang tahun ini sebesar Rp60 miliar.“Capex kami sudah melebihi dari target ada kemungkinan akan kami tambah. Tapi kami belum tahu dan memastikan berapa banyak yang akan dianggarkan, bisa lebih atau kurang dari Rp10 miliar”, ujarnya.

Perseroan berhasil membukukan kontrak mencapai Rp3,25 triliun. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari kontrak periode Januari hingga September sebesar Rp1,57 triliun, termasuk kontrak carry over tahun sebelumnya sebesar Rp1,2 triliun, dan ada sisa kontrak yang akan dibukukan pada tahun ini. Perseroan juga menyatakan bahwa pencapaian angka kontrak tersebut sudah melebihi target perseroan.

Selain itu, perseroan juga sudah mendapatkan dua kontrak baru senilai Rp170 miliar pada semester kedua tahun ini. Sementara, sepanjang 2013, perseroan menargetkan dapat meraih kontrak baru sebesar Rp1,3 triliun. Salah satu kontraknya adalah pembangunan gedung perkantoran bernama Centennial Tower yang didapat perseroan dari PT Citratama Inti Persada.

Gedung perkantoran yang terletak di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan tersebut rencananya memiliki 1 tower dengan 40 lantai. Perseroan memperkirakan pembangunan proyek akan memakan waktu hingga 2 tahun. Sementara, proyek-proyek yang ditangani perseroan diantaranya proyek District 8 di Senopati, proyek di Thamrin 9 dan pabrik Deltamas. (nurul)