ICB Bumiputera Akan Genjot UMKM

Selasa, 29/10/2013

NERACA

Jakarta – Bank ICB Bumputera akan genjot pertumbuhan kredit terutama segmen UMKM di daerah-daerah pada tahun 2014. Pasalnya pasar kredit di daerah yang umumnya UMKM belum banyak terjamah. Sedangkan di Jakarta hanya boleh diberlakukan kredit korporasi saja.

“Kedepan rencana kita memang akan ngegedein kredit UMKM. Karena mulai tahun ini kita sudah berhenti koorporasi kecuali di Jakarta. Kebijakan ini sebetulnya akan lebih enak untuk kita bermain di UMKM,” kata kata Direktur PT ICB Bank Bumiputera, Sinbad R Hardjodipuro usai paparan publik tahunan di Menara ICB Bumiputera, Senin (28/10).

Lanjut, Sinbad mengatakan bahwa Bank Indonesia juga sudah menerapkan peraturan perluasan cabang dengan memberi perhatian kepada daerah-daerah. Katanya untuk tahun 2014 jika bank buka satu cabang di Jakarta maka juga harus buka empat cabang di daerah. Dan pasar kredit di daerah akan difokuskan kepada UKM. “Nah di daerah juga tidak ada lagi kredit korporasi, yang ada tinggal kredit UMKM. Karena kredit korporasi tinggal hanya di Jakarta saja.”

Kemudian Sinbad menjelaskan pada triwulan III tahun 2013 ini kredit pihaknya mengalami pencapaian yang signifikan dalma penyaluran kredit. Untuk kategori kredit korporasi sudah mencapai 58,1% sedangkan target akhir tahun 57,98%. Kredit UMKM sudah mencapai 11,6% dari target akhir tahun 12,50%. Bahkan kredit consumer sudah melebihi target yang dipatok pada posisi 29,52% kini ada di posisi 30,30%.

Sedangkan dalam bentuk nominal mata uang, penyaluran dari kredit korporasi pada triwulan tiga ini sudah mencapai Rp3,2 miliar atau Rp967,2 juta secara Year on Year. Untuk UKM sudah capai Rp395,9 juta atau Rp63,08 juta secara secara Year on Year. Kredit mikro Rp241,58 juta atau Rp57,5 juta secara Year on Year. Dan kredit consumer capai Rp1,6 miliar atau Rp233,3 juta secara Year on Year.

“Jadi total kredit yang kita berikan selama Januari hingga September 2013 ini sudah mencapai Rp5,495 triuliun ataun mengalami peningkatan sebanyak 15,24% dari tahun sebelumnya yang baru mencapai Rp5,15 triliun. Sedangkan target pertumbuhan penyaluran kredit di tahun 2013 itu sebanyak 16,53% atau Rp6 triliun. Sedangkan NPL kita ada di posisi 3,94%,” ungkap Sinbad.

Meski begitu pada laporan penghasilan bunga bersih dari penyaluran kredit Sinbad menjelaskan hingga September tahun 2013 ini Bank ICB Bumputera telah menghimpun laba bunga bersih sebanyak Rp220,4 juta. Angka itu menunjukan penurunan hingga 7,2% dibanding periode yang sama tahun 2012 di posisi Rp237,4 juta. “Sebab menurunnya pertumbuhan laba bersih kredit karena pinjaman dari pihak ketiga kita akui sulit di menej. Saya rasa itu juga kesulitan setiap bank. Tapi kita kan juga punya laba dari penghasilan di sektor lain yang bisa menutupi,” tambahnya.

Untuk itu Sinbad menjelaskan hingga September 2013 ini Bank ICB Bumputera telah mencapai laba sebelum pajak hingga Rp5,15 triliun atau mengalami peningkatan sebanyak 2,5% dari tahun periode yang sama pada tahun 2012 yang mencapai Rp5,02 triliun. Meski begitu laba bersih perusahaan justru mengalami penurunan sebanyak 8,4% dari sebelumnya di tahun 2012 ada di posisi Rp3,74 triliun menjadi Rp3,42 triliun. [lulus]