Pertumbuhan Kredit BTN Meningkat 26%

NERACA

Jakarta - Pertumbuhan kredit Bank Tabungan Negara (BTN) kuartal III tercatat sebesar Rp96,539 triliun, ini meningkat sebesar 26% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp76,566 triliun.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, perseroan memproyeksikan pertumbuhan kredit pada kisaran 20% hingga 25% sampai akhir tahun 2013 ini.

Maryono juga mengatakan, kinerja ini merupakan hal yang baik. “Kinerja ini masih sesuai dengan konsistensi BTN pada core business dalam pembiayaan industri perumahan,” kata Maryono di Jakarta, Senin (28/10).

Lebih lanjut, Maryono menjelaskan, porsi pembiayaan pada kredit perumahan, mesih didominasi share 86,12% dari total kredit yang disalurkan selama triwulan III-2013 yang sebesar Rp83,138 triliun. Menurut dia, sisanya sebesar 13,88% atau sekitar Rp13,401 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan.

Perseroan juga akan terus memberi dukungan pada program pemerintah dibidang perumahan melalui Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), perseroan mencatatkan telah memberi kontribusi secara nasional yang tinggi dengan rata-rata diatas 95%.

Sedangkan, kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait loan to value (LTV) menurut Maryono tidak mengganggu kredit perseroan. Dia mengatakan portofolio kredit BTN masih dikisaran 95% tersalur pada end user dan sebagai pemilik pertama. “Kebijakan itu bertujuan positif, untuk menjamin stabilitas harga rumah, khususnya masyarakat menengah kebawah, dan juga untuk menghindari spekulasi harga properti agar tidak terjadi bubble,” kata Maryono.

Sementara itu, dengan tingginya angka Non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah yang sebesar 4,88%, ini dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,68%. Menurut Maryono ini bisa menghambat laba bersih yang tidak naik signifikan triwulan ini.

Menurutnya, peningkatan ini tidak hanya terjadi di NPL gross saja, namun terjadi di NPL nett yang kuartal III tahun ini meningkat menjadi 3,81%, naik jika dibandingkan periode triwulan III tahun lalu sebesar 2,51%

Perseroan, menurut Maryono berupaya untuk memperbaiki tata kelola NPL nya. “Pada Juli 2013, NPL BTN sebesar 4,92%, Agustus 2013 sebesar 5,21%. September 2013 sebenarnya turun menjadi 4,88%. Ke depan diharapkan upaya-upaya penurunan NPL sejak Agustus bisa membuahkan hasil dan pada akhir tahun 2013 NPL bisa di bawah 4%,” ujar Maryono.

Sementara itu, untuk mengurangi NPL, Maryono mengaku telah menyiapkan berbagai cara untuk hal ini. Yakni program peningkatan penagihan kredit, meningkatkan investasi dan melakukan penjualan aset.“Dengan ini diharapkan NPL diharapkan bisa diangka 3,2%. Diharapkan laba bisa Rp1,6 triliun hingga Rp1,7 triliun pada akhir tahun 2013,” imbuh dia.

Triwulan III tahun ini, laba bersih BTN sebesar Rp1,057 triliun meningkat tipis dibanding tahun lalu sebesar Rp1,021 triliun. Untuk perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp88,537 triliun. Pertumbuhan kredit perseroan berada di atas rata-rata pertumbuhan kredit nasional sebesar 22%

Sedangkan, untuk perolehan aset sebesar Rp123,319 triliun atau tumbuh 24,87% dari posisi yang sama pada 2012 yang sebesar Rp98,756 triliun. [sylke]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kena Dampak Covid 19, AAJI Minta Diizinkan Jual PAYDI Secara Online

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengizinkan Produk Asuransi…

Bank Mandiri Bayar BP Jamsostek Debitur KUR Senilai Rp5 Miliar

  NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait penyediaan asuransi perlindungan bagi debitur…

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Lakukan Penyesuaian Operasional

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga di industri jasa keuangan untuk melakukan penyesuaian operasional…