RI Akan Jadi Produsen Utama Produk Perkebunan - Garap Lahan Tidur

NERACA

Jakarta - Saat ini masih banyak lahan tidur yang belum termanfaatkan. Padahal bila digarap dengan baik, lahan tersebut dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitarnya. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmy Faishal Zaini, menyayangkan lahan tidur yang belum dimanfaatkan itu."Saya tanya ke Bupati ada berapa banyak lahan yang tidur? Ternyata ada 1 kabupaten ada 4 ribu hektar lahan yang tidur," ujarnya di Jakarta, Senin (28/10).

Dia menjelaskan, bila secara asumsi jumlah kabupaten di seluruh Indonesia mencapai 100 kabupaten dengan masing-masing kabupaten memiliki lahan tidur seluas 3 ribu-4 ribu hektar, maka akan ada sekitar 3 juta hektar lahan tidur yang belum dimanfaatkan."Ini bisa melebihi berapa besar Singapura," tutur Faishal.

Menurut Faishal, banyak lahan tidur yang masih belum digarap saja Indonesia sudah menjadi negara penghasil sawit terbesar di dunia. Maka dengan pemanfaatan lahan tersebut seharusnya Indonesia dapat menjadi produsen hasil perkebunan lain."Indonesia juga penghasil kakao coklat terbesar ketiga di dunia, dan penghasil kopi terbesar keempat di dunia. Jadi dengan memanfaatkan lahan tersebut Indonesia akan bisa jauh lebih sebagai negara penghasil komoditas utama terbesar di dunia,” kata Faishal.

Helmy juga mengatakan Indonesia mempunyai 6,7 juta hektar lahan terlantar. Jutaan hektar lahan tersebut berpotensi menjadi lahan pertanian, perkebunan dan peternakan."Saya lihat juga banyak lahan yang terlantar atau lahan tidur yang belum terpakai dan saya sudah tanyakan hal itu kepada para bupati. Kalau 100 kabupaten kita kalikan 30.000 hektar kita punya 3 juta hektar lahan tidur ," ujar Faishal.

Menurutnya keberadaan lahan terlantar itu, Indonesia bisa memperluas dan memperbesar kapasitas produksi terutama produksi produk unggulan ekspor seperti sawit, kopi dan kakao."Indonesia bisa luas lagi sebagai penghasil sawit terbesar di dunia. Setelah itu juga penghasil kopi terbesar ke tiga dan kakao keempat terbesar di dunia. Selain tentunya kita belum atau masih minim mengembangkan industri hilirnya padahal industri hilir itu menyumbang 75% dari nilai ekonomi kita," imbuhnya.

Secara utuh, luas geografis negara Indonesia sangat luas. Bahkan luas Indonesia adalah setara dengan 17 negara di Benua Eropa"Kita harus memahami betul, kita mempunyai 13.466 pulau data ini sudah diperbaharui dari 17.000 pulau yang ada. Luas kita secara keseluruhan 5,3 juta Km persegi. Kalau kita ukur luasnya Indonesia itu setara dengan 17 negara Uni Eropa," tuturnya.

Pengertian lahan terlantar di sini maksudnya lahan yang statusnya sudah Hak Guna Usaha (HGU) namun belum dimanfaatkan oleh perusahaan atau pengusaha yang memegang HGU.

Sekedar informasi, ketahanan pangan di Indonesia dapat dilakukan dengan usaha meningkatkan produktivitas tananaman pertanian. Uasaha ini dapat dilakukan dengan cara Intensifikasi maupun Ekstensifikasi. Salah satu cara Ektensifikasi tidak harus dengan melakukan pembukaan lahan baru. Tetapi bisa dengan memanfaatkan lahar tidur yang ada disekitar kita. Lahan tidur diidentifikasikan sebagai bagian dari proses perkembangan kota yang mempunyai sifat dinamis, akan tetapi keberadaannya tidak memberikan sumbangan positif bagi pembentukan lingkungan sekeliling.

Lahan tidur adalah lahan yang memiliki dasar penguasaan, dapat berupa lahan terbangun maupun tidak terbangun, tetapi tidak dimanfaatkan oleh pihak yang menguasai sesuai dengan sifat dan tujuan penguasaannya atau rencana tata ruang yang berlaku.

Kesimpulan bahwa lahan tidur diibaratkan sebagai lahan tambang yang belum tersentuh tangan manusia. Karena kebanyakan lahan tidur hanya ditumbuhi semak-semak belukar dan rumput liar. Sehingga sangat disayangkan apabila lahan yang dapat menghasilkan produk pertanian itu hanya dibiarkan saja Dengan mengolah secara terpadu, lahan tidur dapat ditanami tanaman pangan yang berkualitas tinggi.

Related posts